Warna

Aku mau tidur, sudah ngantuk. Itu akan menjadi hal yang tidak biasa jika sebelum tidurnya aku tidak berbicara denganmu.

Kamu tahu, hari ini aku membeli sekotak cat air. Itu karena kupikir bahwa aku ingin mencoba melukis. Aku tidak biasa melukis, karena menyatukan dua warna yang berbeda akan sangat sulit. Setiap aku menyatukan dua warna, hasilnya akan sama menjadi abu-abu. Aku jadi teringat bahwa, apakah beragam dan berbeda itu baik. Lihat cat air itu, ketika semua warna disatukan, hasil akhirnya hanya hitam. Sementara semua orang menganggap hitam sebagai warna dari kegelapan. Kamu percaya itu? Hitam sebagai warna kegelapan. Mungkin kita saja yang beranggapan bahwa hitam itu warna kegelapan, karena ada warna lainnya selain hitam untuk kegelapan. Seharusnya putih itu warna untuk kegelapan. Kamu setuju denganku. Karena pada putih tidak ada warna. Sementara hitam penuh dengan warna yag menyatu. Jadi berbeda tapi tetap hitam.

Aku duduk di di kursi dekat meja kerja, tempat dimana sebagian besar kuhabiskan waktuku kalau di rumah. Cat-cat yang menetes perlahan, tersapu oleh kuasku. Roman wajahmu yang kemudian terbentuk. Aku ingin kuning jadi dasarnya, itu warna untuk musim gugur menurutku. Namun biru yang menjadi warna kesukaanmu. Tenang saja, masih ada langit yang akan kita warnai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s