Bangun pagi

Aku tidur nyenyak sekali malam ini, sampai-sampai pagi ini aku bangunnya telat. Aku sudah bangun sebelumnya, hanya untuk mengecek toilet apakah masih berfungsi atau tidak. Ternyata toilet itu masih berfungsi dengan baik, karena airnya masih mengalir sampai jauh saat aku selesai buang air dan tidak menyebabkan banjir lokal. Setelah selesai mengecek kondisi toilet aku kembali melanjutkan sesuatu yang tertunda, tidurku yang nyenyak.

Bangun pagi itu tidak susah, buktinya aku selalu mengecek kondisi toilet setiap pagi dan hampir pada jam yang sama. Sepertinya alarm untuk buang air kecilku sudah di-setting pada jam segitu. Bangun yang paling susah itu adalah bangun dari nikmatnya tidur, lagi nikmat-nikmatnya kenapa harus diberhentikan. Sementara orang lain susah payah mencari suatu kenikmatan, sedangkan kita menghentikan kenikmatan itu. Hidup itu harus dinikmati.

Bangun pagi, tidur dan bangun lagi, ternyata matahari sudah duluan hadir di Alam semesta. Tidak apa-apa aku keduluan matahari pagi ini, nanti waktu keluar rumah aku pura-pura dari toilet saja, sehingga matahari berpikir kalau aku lama di toilet bukan terlambat. Aku selalu menang melawan matahari, buktinya Ia tidak tahu kalau aku baru bangun. Saat kulihat smart-phone milikku, ternyata Mala sudah miscall dari tadi, dan mengirimkan sebuah pesan, “ ayo bangun sudah pagi”.
Aku tersenyum, ternyata Mala sudah bangun lebih dulu. Lalu aku memandang ke arah matahari, sambil berteriak, semoga matahari dengar.
“Mala sudah mengalahkan kita dari tadi, huahahahaha…
Aku dan kamu, kita sudah kalah…
Kamu tahu, kalau Mala itu hebat”
mungkin matahari merasa malu dikalahkan oleh Mala, buktinya ia hanya diam saja dan tidak membalas perkataanku.

Tidurku pulas malam tadi, itu juga disebabkan oleh Mala. Aku susah biasanya untuk tidur. Biasanya setelah selesai berbicara dengan Mala, setelah mengakhiri percakapan dan menutup telepon. Aku akan beranjak untuk tidur dan begitu juga dengan Mala. Beberapa hari ini aku bilang sama Mala kalau aku susah tidur. Banyak hal yang terpikirkan, sehingga itu membuatku berimajinasi tentang berbagai hal dan aneh. Kadang aku berada pada suatu negeri yang aku tiak tahu, dan semuanya dikelilingi oleh padang pasir. Kadang-kadang aku bertemu dengan orang-orang yang berkulit hitam pekat, aku tidak ingin rasis, tapi itu yang aku lihat atau tepatnya aku bayangkan. Lalu aku bertanya pada orang-orang itu mereka menjawa dengan perkataan yang aku lupa tentang perkataan mereka itu. Masih banyak lagi hal-hal yang terbayang dalam tidurku. Sampai Mala memutuskan untuk menemaniku tertidur terlebih dahulu dan baru kemudian dia tidur.

Malam itu aku kembali bercerita dengan Mala, melalui video call. Kami, aku dan Mala, bercerita tentang aktivitas hari ini, dari yang biasa saja, sampai dengan ide-ide untuk masa depan, bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu. Aku tahu pasti, bahwa dalam cerita waktu itu, Mala ingin sekali melakukan sesuatu yang bisa membuat Ia bangga akan dirinya, keluarganya bangga akan dirinya dan aku bangga akan dirinya. Sebenarnya Mala, aku sudah bangga akan dirimu. Tapi itu tidak tersampaikan lewat perkataan, hanya perbuatan yang mewakilinya. Namun semua orang bersifat dinamis, sehingga kita selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik dan itu bagus. Kembali ke cerita aku dan Mala, kami bercerita sampai larut malam.

Aku mulai merasa kantuk, aku bilang ke Mala “aku mau istirahat lagi ya”.
“ya, jangan lupa berdo’a ya”.
“ya, Allohumma bariqlana fima rozaqtana wakinna azabannar, amiiiin” Akunya berdo’a.
“bukan, bukan itu, itu mau makan” Mala tertawa.
“hah? Salah ya, huahahaha, itu karena ngantuk sih”
“Bismika Allahumma ahya, wabismika amut, itu untuk tidur”
“Bismika Allahumma ahya, wabismika amut, amiiin” aku kembali berdo’a.
Aku mulai memejamkan mata, dan Mala masih belum mematikan teleponnya. Ia bilang, akan menungguku sampai aku tertidur. Aku merasa nyaman sekali saat itu. Rasanya tenang. Buktinya aku tidur dengan nyenyak sampai keduluan bangun oleh matahari. Tapi Mala masih menjadi nomor satu, karena Ia lebih dulu lagi dari matahari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s