Cerita sebelum magrib

Perjalanan dari Padang ke kampung itu lama. Perlu berhenti beberapa kali untuk istirahat, ini khusus untuk yang pakai motor, kalau pakai mobil bisa tidur sambil jalan, kan yang bawa mobil pak supir. Saat berhenti istirahat, bisa merenggangkan badan, melemaskan otot-otot terutama bagian belakang, pergi buang air kecil, mendinginkan mesin motor agar jangan sampai meledak, apalagi kalau motornya sudah tua. Istirahat untuk makan atau minum, dan untuk buang air kecil lagi. Pulang kampung itu lama, harus pakai helm, pakai jaket yang ada huruf “S” di belakangnya, terus pake motor Krypton, biar ada alasan kalau nanti ditanya kenapa naik motor. Itu pulang kampung.

Ini pulang kampung tanpa makan siang, itu namanya buru-buru. Ini perut lapar. Ini cacing juga lapar. Ini dia bunyi-bunyi. Ini sudah ditahan dari tadi. Ini dia bunyi-bunyi lagi. Ini pertanda, sudah tidak bisa dibiarkan lagi, harus berhenti dan makan. Iya, ini akan berhenti, bagusnya di tempat biasa.

Tempat biasa itu, namanya punya tempat Kandang Ampek, itu disana ada Mushola. Tempatnya terletak di pendakian yang tidak terlalu curam, dengan cat hijau. Air mengalir tidak terhentikan. Itu Mushola, jadi airnya terus mengalir, ada ikannya juga, tidak terlalu besar, tapi banyak.

Itu ketika waktu hampir magrib. Perut lapar, makan dulu. Itu emak-emak pada jualan. Disini para emak berjulan makanan kecil, selalu rame di depan Mushola, karena banyak yang berhenti. Ada berbagai macam makanan: lapek pisang, karupuak balado, sala lauak, tahu goreng, talua asin, sampai jagung rebus made in Thailand. Yah, begitulah kira-kira, jangan terlalu panjang ceritanya, ini perut sudah lapar, pokoknya ini Mushola rame.

Itu motor berhenti, lansung menghadapi para emak-emak. Lupa menghitung 1…2…3… tapi tidak lupa baca basmallah, itu 2 bungkus tahu lenyap sudah. Sekarang telur asin dalam proses pelepasan kulit. Dasar! Telur asin, susah untuk melepas kulitnya, adzan magrib sudah berkmandang, akhirnya digigit sebisanya, dikunyah-kunyah, lalu habis isi ampasnya dibuang.

Waktu itu saya sudah berniat untuk shalat magrib, tapi belum berwudhu. Itu emak-emak tadi kemana, sudah pada hilang semua, saya mau bayar ini. Tengok kiri, tengok kanan. Sudah tidak ada orang, hanya keranjang telur asin dan tahu goreng yang tinggal, juga kerupuk tidak terlalu jauh, lapek pisang juga satu jangkaun tangan.

Saya mulai bertanduk, pelan-pelan berbisik sama telinga, “ayo kita pergi! Kan tidak ada yang lihat”.

Pesan ini berantai, dan sampai ke kaki. Seketika itu kak lansung siaga, mengambil ancang-ancang untuk melangkah. Tinggal menunggu aba-aba. Sebelum mulut memberi aba-aba, seketika itu mata melihat, ternyata emak-emak tadi baru siap berwudhu dan lansung bersiap-siap untuk shalat magrib. Mereka tadi lansung pergi wudhu setelah mendengar suara adzan. Itu mereka pergi, keranjang jualan ditinggal saja di teras. Sepertinya mereka sudah yakin bahwa tidak akan ada yang berani mencuri, apalagi di Mushola. Padahal itu tidak benar, karena saya tidak mencuri, Cuma berniat untuk tidak bayar. Itu sangat berbeda, jangan disamakan, antara mencuri dengan tidak bayar. Ya, nyaris tidak benar. Saya ralat lagi, itu memang benar, saya tidak jadi pergi, tapi lansung wudhu dan shalat magrib.

Itu shalat sudah selesai, tengok ke luar, emak-emak sudah kembali lagi ke profesinya masing-masing, siaga pada keranjang mereka. Mau tidak mau, ya memang harus mau, wajib. Saya harus bayar apa yang telah saya makan tadi.

Itu para emak punya tangan yang kuat yang tidak terlihat yang menampar saya dengan keras, saya punya wajah. Itu mereka jualan, kecil-kecilan, mencari nafkah, tapi shalatnya tepat waktu, tanpa pikir panjang, seolah-olah shlat lebih penting dari segalanya. Allah itu maha melihat dan maha perkasa. Ia akan menjaga hamba-hambanya yang patuh dan taat.

Itu tamparan dari para emak-emak masih terasa, membekas pula, masih belum hilang, dan takkan hilang, walau ini sudah selesai.

18 Agustus 2014, jalan pulan kampung, Padang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s