Fun Trip To Izumy City : “Learning about Tsuru conservation”

Pengalaman dan pelajaran menarik akan percuma jika hanya disimpan begitu saja, rasanya akan bertambah menarik lagi jika diceritakan ulang. Sehigga menjadi sebuah semangat positif bagi yang lainnya. Ini adalah cerita tentang konservasi burung migrasi, yaitu Tsuru atau Bangau (Kelas: Aves, Famili: Gruidae).

Kota Izumi, Prefecture Kagoshima, Jepang merupakan salah satu tempat persinggahan burung-burung migrasi. Burung migrasi yang dimaksud adalah burung dari Famili Gruidae atau bangau-bangauan, juga disebut Tsuru (ツル) dalam bahasa jepang.  Wilayah dengan luas 245,3 Ha dijadikan sebagai kawasan konservasi bagi burung-burung migrasi ini. Kawasan tersebut terpisah-pisah menjadi empat bagian, dapat dilihat pada gambar 3, daerah yang diarsir dengan warna merah merupakan kawasan konservasi untuk burung migrasi.

Crane Park - Rijal (1)Gambar 1: Crane Park, Kota Izumi, Jepang.

Ada beberapa jenis burung migrasi di tempat ini, yang paling banyak adalah Grus monacha (Hooded Crane), Grus vipio (White-napep Crane), Leucogeranus leucogeranus (Siberian Crane), dan lainnya. Burung-burung ini datang ke Kota Izumi pada bulan November, menetap sementara sampai bulan Maret. Burung-burung ini bermigrasi dari Siberia, Korea dan China.

Crane Park - Rijal (8)Gambar 2: Burung-burung migrasi.

Crane Park - Rijal (7)Gambar 3: Peta area Crane Park.

Hal-hal yang menarik dari perjalanan ini adalah:

1. Konservasi dan wisata

Menggabungkan konservasi dan wisata merupakan salah satu cara yang terbaik dalam melindungi hewan migrasi atau kawasan itu sendiri. Pemerintah Kota Izumi, menjadikan burung bangau sebagai maskot kotanya dan area persinggahan burung-burung migrasi ini menjadi Crane Park. Crane park terdiri dari: lapangan luas sebagai area untuk konservasi burung bangau, bangunan utama dan area pertokoan. Crane park ini menjadi tujuan wisata bagi para turis lokal ataupun asing untuk melihat burung-burung migrasi yang singgah di kota Izumi. Bangunan utama yang terdiri dari 2 lantai, dengan lantai pertama sebagai toko untuk penjualan souvenir, lantai dua  sebagai museum dan tempat pengamatan burung. Sebagai tempat tujuan wisata, kota ini juga menyediakan paket-paket wisata beserta guide-guide yang akan menuntun dan menjelaskan kepada kita tentang Crane park dan Kota Izumi.

2. Kebijakan Pemerintah Kota

Pada umumnya, area yang dilindungi untuk persinggahan burung migrasi ini adalah kawasan pertanian masyarakat. Salah satu kebijakan pemerintah kota Izumi untuk melindungi area ini adalah menyewa area tersebut kepada penduduk. Area ini disewa kira-kira sebesar 40.000 Yen (± 4 juta rupiah) selama 5 bulan (bulan November – Maret). Dalam rentang waktu tersebut, penduduk setempat tidak mengolah lahan pertanian mereka karena sudah memasuki musim gugur dan dingin. Sehingga kebijakan saling menguntungkan antara usaha konservasi dan penduduk lokal.

Crane Park - Rijal (16)Gambar 4: Area pertanian dan pemukiman penduduk.

3. Informasi yang lengkap

Hal menarik lainnya adalah tempat pengamatan burung dan museum dengan fasilitas yang lengkap. Di setiap sudut dari museum ini kita bisa melihat informasi tentang burung-burung migrasi yang kita amati. Bahkan juga disediakan buku-buku untuk dibaca. Tempat yang nyaman, fasilitas yang lengkap dan informasi yang komplit. Bahkan salah satu peneliti tentang burung migrasi ini, juga ikut menjelaskan dengan detail tentang burung-burung ini. Kita bahkan bisa bertanya dan berdiskusi lansung.

Crane park - Rijal1 Gambar 5: Ruang pengamatan

Crane Park - Rijal (11)Gambar 6: Karena tidak ada koin, terpaksa mengamati dengan mata telanjang.

Crane Park - Rijal (17)Gambar 7: Informasi tentang burung-burung migrasi.

Salah satu pertanyaan menarik adalah “ mengapa burung-burung migrasi ini memilih Kota Izumi sebagai tempat singgahnya, kenapa tidak kota lain?”. Sang peneliti (saya lupa menanyakan namanya) sambil tersenyum menjawab bahwa hal itu masih menjadi misteri dan penelitian tentang hal itu masih tetap berlanjut.

Crane Park - Rijal2Gambar 8: Museum Crane Park.

Crane Park - Rijal (6)Gambar 9: Sang Peneliti menjelaskan tentang si Tsuru.

Crane Park - Rijal (9)Gambar 10: Otsukaresamadeshita.

Perjalanan ini berakhir di toko souvenir dengan salah satu souvenirnya bertuliskan “Ganbare Kibare” yang artinya “Selalu Semangat”. Pesan bahwa kita harus semangat dalam setiap hal, termasuk melindungi hewan-hewan yang terancam punah atau area-area yang menjadi kawasan konservasi, sebagaimana terlihat pada Crane Park Kota Izumi, Kagoshima Prefecture, Japan (Antboy).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s