Orang yang katanya…

Orang yang katanya pejabat melamun memikirkan nasibnya. Katanya sih pejabat, walau levelnya masih rendah. Tidak lama kemudian datang temannya, orang yang katanya baik. Pertemuan kedua orang ini menjadi ajang curhat-curhatan.

Orang yang katanya pejabat: “ akhir-akhir ini, aku semakin takut saja dengan KPK. Semua pejabat-pejabat besar sudah ditangkap karena korupsi.”

Orang yang katanya baik menjawab: “Saya salut sama sepak terjang KPK, berantas saja korupsi di negeri ini sampai ke akar-akarnya. Sebagai orang yang baik saya punya saran untuk kau, sebaiknya kamu jangan takut kepada KPK, kita hanya takut kepada Tuhan”.

Orang yang katanya pejabat: “tapi karir dan dinasti politikku akan hancur kalau ditangkap KPK, ujung-ujungnya sakit, stroke dan mati”.

Orang yang katanya baik: “seperti tidak punya agama saja kau, kita orang yang beragama hanya takut pada Tuhan. KPK itu masih sama dengan kita manusia”.

Orang katanya pejabat: “berarti aku tidak boleh takut sama KPK, kalau begitu aku juga tidak akan takut Korupsi dong, karena kita hanya boleh takut sama Tuhan”.

Orang katanya baik: “itu lebih masuk akal”.

Orang katanya pejabat: “dan juga aku akan berdo’a sama Tuhan, agar Tuhan menghancurkan KPK saja ya. atau aku berdo’a agar tuhan melindungiku dari sepak terjang KPK”.

Orang katanya baik: “hmmm… aku rasa itu ide bagus, berarti kau memang orang yang beragama, setiap permasalahan hidup hanya kepada Tuhan kita mengadu”.

Orang yang membaca tulisan ini: “ternyata beginilah negeriku, katanya pejabat untuk kesejahteraan masyarakat, tapi masih saja korupsi tanpa takut akan KPK, apalagi kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan semesta alam. Namun sayangnya, orang yang baik yang katanya beragama juga tidak jauh berbeda, mengatakan bahwa kita beragama, namun dalam kehidupan sehari-hari masih minus pengaplikasian nilai-nilai agama. Misalnya: disiplin, terbukti banyak orang yang katanya baik datang terlambat dan ingkar janji; kebersihan, terbukti orang yang katanya baik masih buang sampah sembarangan, kalau dalam mobil pribadi lebih baik buang sampah keluar mobil dimanapun berada daripada mobil kotor. Sayangnya negeri ini”.

Orang yang mengambil kesimpulan: “saya tidak akan menjadi orang-orang yang seperti itu, saya akan menjadi lebih baik lagi dengan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat hari “Sumpah Pemuda”, 28 Oktober 2013.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s