Antboy : “Apa yang kau lakukan?”

Seperti biasanya, aku sibuk di ruanganku, sibuk berkutat dengan spesimen-spesimen. Namun kali ini ada teman yang selalu menemani sepanjang hari. Antboy, seperti itulah Ia ingin dipanggil. Kami sudah mulai akrab, walaupun masih agak terasa aneh.

Antboy yang terlihat santai di atas tumpukan kotak-kotak spesimenku, mengamati apa yang sedang kulakukan, walau sekali-sekali Ia bertanya tentang sesuatu yang Ia anggap aneh dan baru.

DSC_0270“Apakah itu semua semut?” Ia mulai bertanya. “kejam sekali kau, membunuh semut-semut seperti itu dan akhirnya kau pajang diatas kertas yang diberi jarum”.

“itu adalah spesimen”, aku mencoba menjelaskan. “aku sedang mempelajari mereka, semut-semut itu, dengan keadaan demikian aku bisa mengamati mereka lebih teliti”.

“tapi tetap saja kau membunuhkan!”, Ia kembali dengan pendapatnya. Sebenarnya aku merasa kurang enak dalam kondisi ini, tapi itu adalah tugas dan kewajibanku untuk menjelaskan.

DSC_0274“begini, aku memang membunuh para semut itu, tapi semut-semut yang telah menjadi spesimen itu tidak mati dengan sia-sia. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari spesimen-spesimen ini. dan bahkan aplikasinya akan lebih luas lagi mencakup kehidupan manusia sehari-hari”, aku mencoba menjelaskan.

“apa buktinya kalau semut ini tidak mati dengan sia-sia?” Ia kembali bertanya.

DSC_0280“salah satu buktinya adalah ditemukannya zat antibiotik”, aku ingin memberikan jawaban yang bisa memuaskannya. “Kau tahu kan, Semut memiliki kelenjar metapleural yang menghasilkan zat antibiotik, biasanya semut menghasilkan zat ini agar sarang atau koloninya terhindar dari bakteri atau jamur yang berbahaya. Coba kau bayangkan jika kita bisa menggunakan kelenjar ini, kita akan mendapatkan sebuah zat antibiotik yang bisa berevolusi. Maksudnya, sifat bakteri atau jamur yang resisten terhadap antibiotik akan membuat mereka semakin kebal, sedangkan zat anti biotik hanya dibuat secara sintetis tentu dosisnya tetap sama. Jika kita memiliki peternakan semut, dan mengisolasi zat antibiotik ini, tentu saja kita akan mendapatkan zat antibiotik yang bisa berevolusi. semut tentu saja akan meningkatkan daya tahannya, yang artinya dosis dari zat antibiotik yang dimilikinya pun akan bertambah seiring dengan tingkat resistensi mikroba-mikroba berbahaya tersebut”.

DSC_0283“o begitu, aku mulai mengerti sekarang, dengan apa yang kau lakukan”, Ia kembali berkomentar, namun kali ini Ia mulai paham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s