Alangkah menyenangkannya belajar kalau…

Waktu masih kecil, Aku paling malas untuk belajar, apalagi membaca buku. Ama (panggilan khasku untuk Ibu) seringkali menyuruh belajar, apalagi keesokan harinya ujian. Seperti biasa kalau sudah disuruh oleh Ama, aku tidak akan membantah, dengan malas-malasan kuambil buku pelajaran, lalu dibuka lembar demi lembar. Tidak bertahan lama untuk membaca buku, mata perlahan-lahan mulai terasa berat, sudah bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya, aku ketiduran.

Lain kisah, kalau di sekolah, apabila sudah memasuki pelajaran yang bersifat hafalan, seperti sejarah, geografi, sejarah kebudayaan Islam dan lain sebagainya. Itu adalah 2 jam waktu membosankan yang kurasa habis dengan percuma, apa yang disampaikan guru di depan bersama topik pelajaran berbanding lurus dengan kecepatan mata untuk menutup dan tertidur. Alhasil, aku tidak menyukai pelajaran tersebut.

Alangkah menyenangkannya belajar kalau setiap mata pelajaran memiliki media yang menarik, atau setiap mata pelajaran bisa kita pelajari setiap saat tanpa kita sadari. Aku rasa itu merupakan suatu yang sungguh luar biasa. Betapa menyenangkannya belajar, saat kita hanya bermain dan bermain, namun banyak terdapat pejalaran di dalamnya. Salah satu media pembelajaran tersebut adalah melalui film.

Setiap anak kecil tentu saja sangat menyukai film kartun, film tentang kepahlawanan atau film kategori  anak-anak lainnya. Seberapa besar pengaruh film sebagai media pembelajaran, dapat kita lihat pengaruhnya setelah menonton film tersebut. Contohnya, pada saat anak-anak menonton film tentang superhero yang bisa berbah bentuk dan kemudian terbang, setelah menonton film tersebut anak-anak biasanya akan berimajinasi menjadi superhero yang mereka sukai, meniru setiap gerakannya, dan bertingkah seperti sang pahlawan. Pada beberapa film yang saya lihat, ada superhero yang berpesan sederhana namun diikuti oleh anak-anak seperti jangan membuang sampah sembarangan, tentu saja anak-anak akan meniru super heronya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Itu sebuah pelajaran tentang sikap dalam sebuah film.

Zyuden Sentai Kyoryuger

Beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah film yang menarik, kita lebih mengenalnya dengan “Power Rangers”, tapi di tempat asalnya, Jepang, film ini disebut “Super Sentai”. Judul dari serial tersebut adalah “Zyuden Sentai Kyoryuger”, sekelompok super hero dengan kekuatan dinaosaurus dari zaman pra sejarah. Film ini penuh dengan pesan positif dari para superhero-nya, ditambah lagi mengenai pelajaran tentang zaman prasejarah. Di samping kita akan mengenal nama-nama dinosaurus, juga pada salah satu episode menyebutkan tentang teori musnahnya para dinosaurus.

KyoryugerZyuden Sentai Kyoryuger.

Dalam film ini, ada tiga monster yang menyebabkan musnahnya para dinosaurus. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh para ahli. Ketiga monster itu adalah Debo Nagareboshi, Debo Hyogakki dan Debo viruson. Monster-monster ini memiliki kekuatan yang berbeda, Debo Nagareboshi dengan kekuatan meteornya, dalam ilmu Paleontologi disebutkan bahwa salah satu teori yang menyebabkan dinosaurus punah adalah hujan meteor pada masa K/T (Cretaceous/Tertiary). Monster yang kedua adalah Debo Hyogakki dengan kekuatan es, salah satu teori menyebutkan bahwa perubahan iklim yang drastis menyebabkan dinosaurus tidak mampu untuk bertahan. Dan monster yang ketiga adalah Debo Viruson dengan kekuatannya adalah penyebar penyakit, dan salah satu teori tentang kepunahan dinosaurus menyebutkan bahwa faktor-faktor di atas juga menyebabkan timbulnya penyakit atau wabah pada dinosaurus.

Debo NagareboshiMonster Debo Nagareboshi

Sekilas tentang sebuah film yang bersifat mendidik dan penuh dengan media pembelajaran. Namun sedihnya, di Indonesia Raya, tanah air yang kucinta dan kubela, itu semua tidak ada, kalaupun ada, sangat minim sekali.

Hal yang paling aneh adalah kenapa industry film di Indonesia, lebih mengutamakan sinetron yang kejar tayang yang hanya menampilkan para aktornya saling berteriak, bertengkar, iri hati dan hal negative lainnya. kalau melihat sekilas, tentu sinetron-sinetron tersebut bukan untuk anak-anak, namun pada kenyataannya anak-anak tetap saja menontonnya, karena mengikuti orang tuanya. Alhasil, kita dapat melihat karakter-karakter anak-anak Indonesia pada saat ini, yang katanya setiap saat selalu galau, ada masalah sedikit saja galau. Sangat disayangkan sekali.

Debo HyogakkiMonster Debo Hyogakki

Peranan yang paling besar sebenarnya terletak di tangan orang tua. Orang tua yang bijak tentu tahu apa yang terbaik untuk anaknya, sehingga sang anak bisa belajar dengan optimal dengan media yang Ia temui dalam kehidupan sehari-hari. Dan alangkah menyenangkannya belajar kalau kita menemukan media pembelajaran yang tepat dimanapun dan kapanpun.

Debo VirusonMonster Debo Viruson.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s