Petualangan mencari “Agito Ari” di Eboshi-dake, Kagoshima

Rencana untuk mencari semut “Agito Ari” ke Eboshi-dake sudah beberapa kali tertunda, karena satu minggu terakhir selalu turun hujan (Bahasa Jepang, Agito; Taring, Ari; semut, Eboshi; Tutup kepala tradisional Jepang, Dake; Bukit). Senin kemaren, tepatnya tanggal 17 Juni 2013 rencana ini dapat terlaksana dengan lancar.

“Agito Ari” adalah sebutan dalam bahasa Jepang untuk semut jenis Odontomachus monticola. Biasanya orang Jepang, dalam menyebutkan nama jenis lebih suka meggunakan bahasa Jepang, disamping penggunaan bahasa latin yang telah disepakatai secara internasional. Semut dengan Genus Odontomachus sendiri terdapat dua jenis di Jepang, “Agito Ari” dan “Okinawa Agito Ari” atau Odontomachus kuroiwae. Okinawa Agito ari (O. kuroiwae) tersebar dari pulau Okinawa sampai ke pulau Amami, sedangkan Agito ari (O. monticola) tersebar dari Kagoshima Prefecture sampai ke Fukuoka.

Odontomachus monticola - RijalOdontomachus monticola (worker).

Odontomachus monticola memiliki ciri-ciri sebagai berikut; mandibula yang lurus, kuat dan panjang. Sehingga semut ini dikelompokkan ke dalam “Trap jaw ants”. Seluruh permukaan kepala memiliki garis-garis kontur yang beraturan yang disebut dengan striate. Mata berukuran kecil. Petiole berbentuk kerucut atau conical. Seluruh permukaan tubuh berwarna coklat sampai hitam, dengan kaki-kaki berwarna kuning kecoklat-coklatan.

Odontomachus male - RijalSketsa Odontomachus (male).

Semut yang biasa hidup berkoloni, dan bersarang di dalam tanah, di bawah system perakaran tumbuhan dan di balik kayu-kayu lapuk. Uniknya pada semut jenis ini, kasta ratu memiliki morfologi yang hampir sama dengan kasta pekerja, yang membedakannya adalah kasta ratu memiliki sayap dengan penyesuaian pada thoraks sehingga mampu menopang sayap. Hal ini sangat berbeda sekali dengan Pejantan dengan morfologi; tidak memiliki mandibular yang panjang, mata berukuran besar dengan ukuran hampir 2/3 kepala, memiliki sayap dengan penyesuaian pada morfologi thoraks, tubuh pada umumnya berwarna kuning kecoklat-coklatan.

*****

Eboshidake - RijalPerjalanan kali ini dimulai dari stasiun kereta Korimoto, dari stasium ini kita menggunakan kereta menuju stasiun Hiragawa. Waktu tempuh yang diperlukan antar kedua stasiun ini sekitar 20 menit. Eboshi-dake atau Bukit Eboshi terletak berdampingan dengan kebun binatang kota Kagoshima dan Kinkowan Park.

Eboshi-dake merupakan nama bukit yang umum di Jepang, karena nama serupa dapat ditemukan pada beberapa daerah di Jepang. Eboshi-dake yang terdapat di Kagoshima memiliki ketinggian 564 m dpl.

Eboshidake - Rijal (1)Setelah memasuki hutan di Eboshi-dake, kami menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. Tujuan perjalanan kali ini adalah mengoleksi koloni untuk dipelihara di laboratorium dan dilakukan pengamatan mengenai tingkah laku semut ini. Pencarian pun dimulai, setiap tanah disekitar perakaran pohon diamati, setiap kayu lapuk yang ditemui pun dibalik.

Koloni pertama ditemukan, namun sepertinya bukan koloni yang berukuran besar, karena hanya terdiri dari beberapa ekor semut pekerja saja, pada koloni pertama ini kami tidak bisa menemukan ratu maupun pejantan. Pencarian pun berlanjut sampai istirahat makan siang. Sejauh ini sudah 5 koloni yang telah dikoleksi. Oh ya, dalam pencarian kali ini tim beranggotakan tiga orang; Matsunaga san, Sakurako san dan saya sendiri.

Eboshidake - Rijal (3)Tim bersiap-siap untuk memulai penggalian.

Eboshidake - Rijal (6)Peralatan.

Pencarian pun dilanjutkan setelah istirahat makan siang, kami melanjutkan perjalan memasuki hutan lebih dalam lagi. Pada satu lokasi kami menemukan koloni yang cukup besar, maka dimulailah proses penggalian. Secara otomatis kerja terbagi dengan sendirinya. Sekitar beberapa menit kemudian, proses penggalian terhenti, karena sarang dari koloni ini tidak di dalam tanah, tapi masuk dalam rongga pohon. Berusaha dengan sekuat tenaga dengan perlengkapan yang ada, kami mencoba untuk mengoleksi koloni ini, namun kayu yang keras dan peralatan yang terbatas menghambat semuanya. Alhasil yang didapatkan dari koloni ini adalah semut pekerja dalam jumlah yang banyak, namun kami tidak bisa mengoleksi ratu maupun pejantan, sehingga koloni ini tidak bisa dikatakan lengkap.

Eboshidake - Rijal (2)Penggalian sarang Odontomachus monticola pada perakaran pohon.

Pencarian Agito ari yang menyenangkan, matahari yang sudah mulai lelah bersinar perlahan-lahan turun ke ufuk barat. Hari pun telah senja, saatnya untuk kembali pulang. Hasil dari pencarian kali ini didapatkan beberapa koloni Agito ari atau Odontomachus monticola, dan hanya satu koloni yang lengkap dengan ratunya. Hasil yang lumayan bagus untuk hari ini, and happy ants watching!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s