Bukan Kantong Ajaib Doraemon

Mari bernostalgia dengan kembali ke masa lalu. Bercerita secara random tentang hari-hari yang hanya dihabiskan dengan tertawa, tertawa dan tertawa. Setiap kenangan tidak akan mungkin dilupakan, namun seiring berlalunya waktu, helai demi helai kenangan itu tetap akan terlupa jua, kalau hanya tetap disimpan dalam imaji. 

“Bukan Kantong Ajaib Doraemon”

Dulu kala, di masa-masa kuliah, Seorang mahasiswa Biologi, Universitas Andalas yang namanya disamarkan, kita beri nama “Oknum”. Oknum ini merupakan seorang mahasiswa yang hidupnya santai, enjoy everything, and biar saja hidup ini mengalir seperti adanya, tapi selalu saja bersikap jahil dan usil. Terkadang kejahilan itu menemui sebuah titik yang dinamakan “malu” karena tertangkap basah.

Setelah Idul Fitri, biasanya setiap kita akan bersilaturrahmi ke rumah orang terdekat, sanak saudara, karib kerabat. Si Oknum dan teman-temannya ini pun berencana untuk bersilaturrahmi ke rumah salah satu dosen, yang juga sebagai Pembimbing Akademik si Oknum dan teman-temannya. Mereka pun menyusun jadwal keberangkatan.

Pada hari yang telah disepakati, si Oknum yang biasanya selalu berpakaian ala kadarnya, dan selalu membawa sebuah tas kecil, tas yang bisa dijadikan tas pinggang atau tas yang disandang di samping. Bertemu teman-teman dan berangkat bersama ke lokasi tujuan. Tidak berapa lama kemudian, mereka sampai di rumah yang dituju.

“Assalamu’alaikum Pak”

“Wa’alaikumussalam, ayo masuk!”

“ayo…ayo silahkan duduk, Bapak ke belakang sebentar ya”Bapak Dosen mempersilahkan Oknum dan teman-temannya duduk, namun sang Bapak kembali lagi ke dapur, sepertinya ingin menyiapkan sesuatu.

Sesuatu yang special dari lebaran adalah makanan dan minuman yang special. Hal itu ditemui oleh si oknum di rumah sang Bapak.

“Wow, makanannya banyak sekali…Hmmmmm…..”

Si Oknum sudah mulai mengeluarkan gigi-gigi taringnya, ingin menyantap kue-kue dan buah-buahan yang tersaji.

“Bagaimana kalau kita masukin ke dalam kantong plastik, lalu dibawa pulang…hehehe”, ide-ide aneh si Oknum mulai berlepotan.

Semua hanya ketawa melihat ulah si Oknum ini. Memang dasar si Oknum yang usil, karena tidak menemukan kantong plastik Ia pun mengnakan tas kecil yang dibawanya. Si Oknum mulai melakukan scanning dari ujung meja yang terjauh sampai ujung meja yang terdekat, kira-kira kue apa yang paling enak dan bisa dibungkus untuk dibawa pulang. Tiba-tiba sebuah apel yang merah merona membuat Oknum tidak berkedip, apel yang sangat ranum sepertinya, kalau dilihat dari ukurannya, mungkin bisa masuk ke dalam tas kecil si Oknum.

“hehehehe…itu dia” oknum mulai mengeluarkan gigi taringnya, sambil menjulurkan tangan mengambil buah tersebut, Oknum melirik teman di sebelahnya yang hanya tertawa melihat ulah jahil si Oknum.

“hap…” buah apel didapat, dan tanpa pikir panjang dan dengan cepat sekali oknum memasukkan Apel tersebut ke dalam tasnya.

“Wah…”

Apel itu terlalu besar, tapi si Oknum yang optimis berusaha dengan sekuat tenaga untuk tetap memasukkan apel tersebut ke dalam tasnya. Sedikit paksaan tidak akan mengurangi rasa apel. Dengan penuh perjuangan dan sedikit keringat dingin, takut ketahuan Bapak Pemilik rumah, Oknum berusaha sekuat tenaga memasukkan apel tersebut.

Saat asyik bergelut dengan si Apel, entah darimana datangnya, entah pakai jurus apa, bagaikan kucing melangkah, tidak terdengar bunyinya. Tiba-tiba saja, Bapak yang punya rumah menghampiri si Oknum dan bertanya pura-pura tidak tahu.

“Lagi apa?…sepertinya sibuk sekali…”

“Hah, …”

Si Oknum terkejut, keringat dingin mulai bercucuran, Apel masih di tangan, sementara tas masih terbuka. Wah, gawat sekali bro, Ketahuan ama si Bapak.

Dengan gerak refleks yang tidak perlu dilatih, tangan si Oknum mengembalikan apel tersebut ke tempat semula, dan kemudian mencomot sebuah kue.

“Kuenya enak pak…hehehehe” ucap si Oknum salah tingkah.

“Apelnya juga enak? Nanti kalau mau boleh dibawa pulang…” Bapak pemilik rumah tersenyum melihat si Oknum yang salah tingkah.

Meledaklah tawa dari para hadirin dan hadirat.

“Huahahahaha…huahahahahaha…”

Dasar si Oknum yang usil, akhirnya tertangkap basah juga. Emangnya itu kantong ajaib Doraemon, bisa memasukkan semua benda. Oknum…oknum…aduh!.

Golgi Kompleks - RijalNostalgia masa lalu.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s