Pencarian Ayam-ayam Halal di AMU Plaza, Kagoshima, Jepang

Kisah ini berawal dari sebuah email yang mengabarkan tentang keberadaan ayam halal di AMU Plaza, Kagoshima, Jepang. Makanan yang berstatus halal di Negeri Kamen Rider ini sangat sulit untuk ditemukan, kecuali makanan-makanan yang berasal dari laut, seperti ikan, udang, delele. Tergelitik dengan rasa ingin tahu yang sangat besar untuk membuktikan isi pesan elektronik tersebut, apakah keberadaan “Ayam-ayam yang halal” tersebut di toko-toko daging, mini market, atau restoran yang menawarkan ayam bakar, ayam gulai, ayam goreng, ayang tulang lunak, atau ayam-ayam lainnya. Semakin ngiler membayangkan berbagai bentuk ayam, maka semakin penasaranlah kita untuk mencari kebenaran dari pesan tersebut.

“Yup…”

“Misi : Pencarian ayam-ayam halal”

“Lokasi : AMU Plaza, Kagoshima, Jepang”

“Anggota : 4 Orang (termasuk Kameraman Rider)”

“…Semua siap, Misi kita mulai…”

Misi pencarian ayam - Rijal (1)Beberapa waktu lalu, sebuah pesan rahasia melalui jejaring sosial telah disampaikan kepada seluruh tim pencarian, titik pertemuan adalah di depan Stasiun Kishaba. Satu-persatu anggota tim berkumpul, dari rumah masing-masing menuju titik pertemuan dicapai dengan menggunakan sepeda. Semua tim berkumpul, ada prajurit terlatih pasukan katak, ahli penembak jitu, densus 88, penjinak bom, ahli berbagai jenis kendaraan. “oopss…” tunggu dulu, terjadi kesalah-pahaman disini, kita bercerita tentang pencarian ayam halal, bukan tentang perang dalam “Enemy Strike”.

Misi pencarian ayam - Rijal (2)“Tim berkumpul pada titik yang telah disepakati, stasiun Kishaba”.

Mari kita ulangi lagi, satu persatu anggota tim berkumpul. Jarak antara titik pertemuan dengan AMU Plaza sebagai lokasi operasi rahasia ini sangat jauh, maka kita harus menggunakan ojek.

Misi pencarian ayam - Rijal (3)“Menunggu tukang ojek lewat”.

Tapi, karena dari tadi tidak ada tukang ojek yang lewat, maka semua anggota tim pun sepakat untuk menggunakan City Tram (City Densha).

Misi pencarian ayam - Rijal (4)“Suasana di dalam City Tram”.

Misi pencarian ayam - Rijal (5)“Kameraman Rider”.

Misi pencarian ayam - Rijal (6)Rupanya, supir Tram tidak mau mengantarkan kami lansung ke tempat tujuan, jadi terpaksa kami turun di stasiun Takamibaba dan harus menuggu Tram yang lainnya untuk menuju AMU Plaza. Perjalanan yang lumayan panjang sejauh ini, dimana di stasiun Takamibaba kita harus bilang “Norikai” (bahasa jepang; Pindah kereta) agar pak supir memberikan tiket gratis untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Tram selanjutnya. City Tram di Kagoshima menerapkan motto; “Naik gratis, Turun Bayar”, kecuali anda memiliki kartu sakti, hanya tinggal sentuh maka anda pun bisa turun dari City Tram dengan selamat, kartu yang pada saat naik akan berbunyi “Kado furete kudasai” (bahasa jepang; tolong disentuhkan kartunya).

Misi pencarian ayam - Rijal (7)“Stasiun Takamibaba, wah harus nunggu Ojek eh Tram lagi nih”.

Misi pencarian ayam - Rijal (8)Cerita pun berlanjut, Tram pun berganti. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke Kagoshima Chuo Eki, tempat AMU Plaza berdiri kokoh dengan bianglala raksasa yang selalu berputar di siang hari.

*****

“Anjeliiii…”

“Anjeeeeeeliii…….”

“Jubaeeeda……”

Misi pencarian ayam - Rijal (9)Seperti dalam film-film India, tokoh-tokohnya berlarian apabila melihat bunga-bungaan, dan diiringi suara seruling dan dentuman gendang. “cut…cut…cut…ekspresinya mana?”.

Bunga-bunga berwarna ungu, lebih tepatnya bunga-bunga kertas berwarna ungu bagai menunjukkan jalan menuju AMU Plaza.

Misi pencarian ayam - Rijal (10)AMU Plaza atau sekuritinya bagaikan tahu bahwa kami ingin masuk dan mencari sesuatu di dalamnya, itu terbukti dengan pintu yang terbuka dengan sendirinya, tanpa harus bilang “sim salabim” atau “alakazam”. Pencarian dimulai, mata-mata yang terlatih sudah mulai menyisir setiap toko, dan mencari tanda-tanda keberadaan ayam-ayam halal tersebut.

Informasi adalah senjata yang sangat penting hari ini, mari kita mengumpulkan informasi, “Malu bertanya, sesat di jalan”. Nah, mari kita tanyakan dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Toko pertama yang didatangi adalah toko Baju, dan kemudian dilanjutkan ke toko pernak-pernik.

Misi pencarian ayam - Rijal (11)“Pencarian di toko baju”.

“Konnichiwa Tante, disini ada jual ayam?”

“Wah kalau ayam-ayam halal tidak ada disini, adanya patung ayam, coba Tanya di toko sebelah”

Misi pencarian ayam - Rijal (12) “pencarian di toko serba ada”.

Misi pencarian ayam - Rijal (16)Tim yang masih semangat, melanjutkan pencarian ini. selanjutnya kita tanyakan di toko kacamata. Mana tahu ada kacamata Doraemon yang bisa melihat kemana saja atau mencari apa saja. beberapa menit di toko kacamata ternyata tidak membuahkan hasil yang bagus, malahan tim mulai kesal dengan simpang siurnya informasi tentang Ayam ini.

Misi pencarian ayam - Rijal (17)“huh, disini juga tidak ada”.

Misi ini harus diselesaikan, keterbatasan informasi membuat hal ini menjadi semakin rumit. Toko sepatu mungkin bisa memberikan solusi atau petunjuk mengenai ayam ini. Tante-tante yang berada di toko sepatu, yang kelihatannya ramah pun dihampiri oleh tim, dan kembali melakukan dan menanyakan hal yang sama. Ternyata Tante tersebut mengetahui keberadaan dari Ayam halal ini, tanpa membuang waktu Tante tersebut menjelaskan dengan rinci lokasi dari ayam-ayam halal ini. Informasi ini menjelaskan bahwa ayam tersebut berada di lantai dasar dari AMU Plaza, sederetan restoran-restoran dan toko makanan.

Misi pencarian ayam - Rijal (14)” Kata Tante di toko sepatu, Ayamnya ada disana”.

Misi pencarian ayam - Rijal (18)Cara tercepat untuk mencapai lantai dasar adalah dengan menggunakan tangga ajaib yang bisa berjalan sendiri. Tangga-tangga berjalan ini akan bergerak berdasarkan kadar ekspresi kita. Semakin ekspresif dan narsis kita di atas tangga ajaib tersebut, maka kecepatan tangga ini pun akan semakin meningkat. Tapi selalu ingat, jangan bilang-bilang sama pak satpam yang berkostum power rangers ya!.

Tim pun kembali menyusuri deretan toko-toko makanan, mana tahu terselip ayam-ayam yang berstatus halal disana. Selidik punya selidik, langkah kaki kami pun terhenti pada sebuah toko kecil yang menjual “Omiyage” (bahasa jepang; Oleh-oleh). Toko ini rupanya tidak hanya menjual omiyage, tapi juga menjual daging ayam, dengan cermat tim pun melihat tumpukan ayam-ayam tersebut.

Misi pencarian ayam - Rijal (19)“Perhatikan kiri-kanan ya, mana tahu ada ayam yang terselip”.

Wah!, ini dia ayam halal yang dimaksud. Bukan berupa restoran yang lengkap dengan menunya, melainkan berbagai produk ayam yang berstatus halal; ada sosis ayam, daging ayam, ayam giling, ayam cincang delele. Inilah toko ayam halal yang dimaksud dalam pesan elektronik kemaren. Maka dengan ini dinyatakan bahwa misi hari ini berhasil…berhasil…berhasil…oyeeee.

Misi pencarian ayam - Rijal (23)“Denah AMU Plaza lantai B1, Ayam halal di corner nomor 16”.

Informasi tentang toko ayam halal, toko ini berdekatan dengan toko “Kaldi” yang menjual berbagai produk manca negara, lebih tepatnya di depan toko Takoyaki, atau kalau melihat dalam denah peta AMU Plaza, berada pada lantai B1, toko nomor 16.

Misi pencarian ayam - Rijal (21)“Toko yang menjual produk manca negara, Kaldi”.

Dari toko Ayam-ayam halal beralih ke toko Takoyaki, tentu saja karena perut sudah lapar dan memang waktunya bersantap malam. Takoyaki yang nikmat, ditambah kue pai yang lezat, dan segelas kopi latte dari toko kopi tubruk pun akan menutup misi kali ini.

Misi pencarian ayam - Rijal (20)“Takoyaki yang menghantui”.

Misi pencarian ayam - Rijal (24)Misi pencarian ayam - Rijal (25)Takoyaki pun mulai menghantui pikiran para anggota tim, cacing-cacing yang sudah mulai berdemo dan akan melakukan aksi yang anarkis apabila tuntutannya terhadap makanan tidak segera dipenuhi. Mengendalikan para cacing-cacing ini tidak bisa lagi secara diplomasi, tuntutan mereka harus segera dipenuhi. Maka, Takoyaki dan kue pai pun berbicara.

Misi pencarian ayam - Rijal (29)“Kameraman Rider menenangkan aksi demo para cacing yang sudah mulai anarkis”.

Misi pencarian ayam - Rijal (26)“hmmmm…Oishiso”.

Misi pencarian ayam - Rijal (27)“nyam…nyam…nyam…”.

Misi pencarian ayam - Rijal (28)“bagi doooong…..”.

Misi pencarian ayam - Rijal (31)Tindakan yang tegas, tepat dan penuh perhitungan dari seorang pemimpin yang bijak berhasil  mengendalikan aksi-aksi demo anarkis ini. Pemimpin-pemimpin yang bijak sangat susah ditemukan pada jaman sekarang, tapi minimal kita belajar dari keseharian untuk memimpin diri sendiri. Banyak usaha dan biaya yang dibutuhkan untuk mengendalikan para cacing, dan selanjutnya untuk merayakan kemenangan dan keberhasilan misi ini, Ayam-ayam halal sudah ditemukan, tindakan anarkis para cacing pun bisa diredam. Maka selanjutnya menikmati kopi tubruk istimewa, atau nama kerennya Starbuck.

Misi pencarian ayam - Rijal (36)“pose kemenangan setelah menyelasaikan misi pencarian”.

Misi pencarian ayam - Rijal (37)“Cape dech….”

Misi pencarian ayam - Rijal (39)“hati-hati om, jangan ngebut-ngebut….ooooaaaaaa…..”

Itulah cerita dari Kagoshima hari ini, sebuah usaha untuk menyingkap tabir misteri dari sebuah pesan elektronik, yang akan membangkitkan selera, berujung pada sebuah petualangan yang sangat mendebarkan dan setiap petualangan yang berani dan penuh semangat, serta do’a restu dari orang tua pun akan selalu berakhir bahagia, Happily ever after.

Salam petualang!

*****

One response to “Pencarian Ayam-ayam Halal di AMU Plaza, Kagoshima, Jepang

  1. Pingback: Keliling Kagoshima bersama SATI: “Toko makanan halal” | Adventure in Rijal's Brain·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s