suatu ketika pada saat Otak ingin keluar dari kepala

Saat otak ingin keluar dari kepala, biarkan saja, biarkan ia keluar untuk sementara waktu, agar bisa menghirup udara segar yang penuh oksigen.

Jangan kurung otak selamanya di dalam tempurung kepala yang tidak memberikan sedikit celah pun untuk bernafas, jangankan untuk bernafas, pasokan oksigen pun harus menunggu dari darah-darah merah yang mengangkut oksigen, bahkan oksigen itu pun harus dibagi-bagi dalam perjalanan. Apalah yang tersisa untuk otak.

Kadang otak berpikir, kenapa ia di atas, alasannya karena ia yang mengatur semuanya, ia yang akan mengedalikan semuanya. Tapi kenapa Ia merasa tidak bebas, bukankah Ia raja di dalam tubuh. Seharusnya ia bisa melakukan apaun yang ia mau, tidak harus mendengar penasihatnya yang selalu menceracau tentang benar dan jahat, baik dan buruk.

Apa untungnya memikirkan baik dan buruk atau benar dan jahat. Memikirkan setiap aktivitas tubuh ini saja sudah membuat otak cukup sibuk, sekali-kali ingin juga Ia untuk istirahat, berlibur, berjemur di tepi pantai yang indah, sebagaimana cerita mata yang sangat menggiurkan. Setiap kali ia ingin berlibur dan menikmati dunia ini, Hati sebagai sang penasehat selalu saja melarangnya. Tidak hanya hati yang melarangnya, Jantung, Paru-paru, dan organ-organ lainnya pun ikut melarangnya. Ada apa ini? apakah semuanya bersekongkol untuk melakukan kudeta. Bahkan mata yang selalu menikmati keindahan dunia ini pun juga ikut melarang.

“Hai mata, apakah kau takut aku melihat semua kebohongan dari ceritamu?”

“Hai kalian semua, apakah kalian tidak mendapatkan jatah yang layak, aku sudah mengatur setiap nutrisi dan oksigen untuk kalian semua, apalagi yang kurang?”

“jadi, kenapa kalian tidak memberikan aku waktu, sebentar saja untuk menikmati dunia ini? kenapa?”

“apakah kalian sudah tidak suka lagi denganku, apakah ada diantara kalian yang ingin menggantikanku sebagai raja di sini?”

Saat otak marah, jantung menggigil ketakutan, bahkan ia berpacu dengan sangat cepatnya. Paru-paru yang selalu tenang dan berirama pun ikut tegang, Ia mulai menghirup udara dengan frekuensi yang sangat cepat. Kasihan si kecil darah yang juga ikut-ikutan panik dengan suasana ini. semua organ panik, bahkan mata pun tertutup dan berhalusinasi, melihat bintang-bintang terang yang berwarna hitam. Hanya sang penasehat yang tetap tenang.

“Paduka yang dipertuan agung yang terhormat, apakah gerangan yang membuat paduka seperti ini?” tenang dan damai mengalir kata-kata dari hati.

“apakah Paduka raja tidak takut dengan apa yang akan terjadi kalau paduka keluar dari kepala dan melihat dunia? Tentu saja paduka akan bisa menikmati dunia ini, paduka akan merasakan betapa indahnya dunia ini, namun kesenangan sesaat itu akan dibayar dengan harga yang sangat mahal”

“hai penasihat, berapakah harganya? Akan kubayar, tidak tahukah kau siapa raja disini, aku mengatur semuanya, aku yang menentukan apa yang akan kulakukan”

“Paduka raja, lupakah paduka akan logika, kalau paduka keluar dari kepala, kita semua akan berakhir, pada menit-menit pertama paduka menikmati dunia yang indah dan menipu ini. kita semua akan mati paduka, termasuk paduka sendiri, jadi biarlah semua pada tugasnya masing-masing”

“benarkah begitu wahai penasihat?”

“benar adanya paduka”

Tidak hanya raja yang merinding mendengar penjelasan sang hati, semua organ  ikut merinding. Biarkan semua berjalan dengan tugasnya masing-masing.

Otak yang stress dan galau pun tidak perlu keluar dari kepala, cukup dengarkan kata hati, dan kembali bersyukur bahwa kita hidup saat ini, untuk melakukan tugas kita masing-masing pada Allah SWT yang telah menciptakan semuanya.

Saat otak ingin keluar dari kepala, saat itulah kita menyerah, namun selalu ada semangat baru dari hati yang akan membangkitkan dan menyadarkan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s