Sebuah Puisi: Aku dan Teman-teman kecilku…

Hai teman kecilku…

Izinkan aku untuk memountingmu…

Perlahan-lahan aku keluarkan dirimu dari botol-botol vialku…

Entah apa hubungannya dengan hujan yang turun rintik-rintik…

Aku tidak mengerti, walaupun kau coba untuk berkata, aku tetap tidak mengerti…

Karena kau telah menjadi kaku di bawah lampu Stereoskopku…

 

Teman kecilku,

Jangan kau buat aku menjadi galau…

Saat aku coba mengatur kaki-kakimu yang mulai menjadi kaku…

Marilah kita bersahabat dan bersenandung bersama…

Kalau aku ada waktu, aku akan mengajakmu ke tempat yang kau suka…

Tempat yang akan selalu kau ingat nantinya,

Namun sayang, teman kecilku,

Aku tidak punya waktu untuk itu…

Maafkan aku…

 

Mari kita lanjutkan kembali aktivitas kita yang tertunda…

(Kagoshima, 1 Maret 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s