Sekuat apa mimpimu?

Bermimpi adalah hal yang sangat menyenangkan, saat semua yang indah terbayangkan, saat yang menakjubkan terbentuk dalam imaji. Kita semua pernah bermimpi. Saat masih kecil berbagai ragam mimpi tercipta dan perlahan-lahan berubah menjadi sebuah impian, impian di kala besar nanti. Menjadi seorang Astronot, Polisi, Dokter, Insinyur, guru, Superman dan lainnya. Setiap profesi yang membuat kita takjub, maka kita pun ingin bermimpi menjadi seperti itu.

Namun, seberapa kuat mimpimu?. Apakah mimpi-mimpi yang pernah terukir di masa kecil terwujud ketika dirimu mulai beranjak dewasa. Seberapa kuat tekadmu untuk mewujudkan mimpimu?

Bermimpi sangatlah menyenangkan, namun mewujudkan mimpi itu bagaikan sebuah kutukan. Perjuangan yang sangat keras dibutuhkan, targetnya adalah mimpi yang telah kau tuliskan. Kepedihan, tangis, dan putus asa yang akan kau alami dalam setiap perjalanan menuju mimpimu. Orang yang gagal dalam mewujudkan mimpinya akan terus merasakan kutukan dari mimpinya, kenapa dia gagal, kenapa keadaannya tidak menjadi lebih baik. Terkadang orang tidak mau bermimpi karena takut akan keras dan pedihnya perjalanan menuju mimpi itu.

Mimpi-mimpi yang tercapai merupakan suatu kebahagiaan yang luar biasa, hasil dari peluh keringat dari kerasnya cambukan halangan dan rintangan. Menikmati mimpi yangsudah tercapai tidak terbayangkan betapa luar biasa bahagianya.

Seberapa kuat mimpimu? Sekuat apakah mimpi itu? Sehingga bisa menguatkan tekadmu untuk mewujudkannya. Mimpi dan tekad yang terkuatlah yang akan menjadi pemenangnya, tentu saja pemenang itu relatif, saat banyak mimpi yang tercapai maka akan banyak pula pemenang yang merasakan kebahagian di atas mimpi mereka.

Beranikah kau bermimpi? Sekuat apa mimpimu? Saat kau mengatakan dirimu berani untuk bermimpi, saat itu juga kau harus siap dengan semua yang menghalangi jalan untuk sampai ke mimpimu. Beranikah dirimu menghadapi itu? Karena tidak ada kata mundur dalam mewujudkan mimpi, saat kau mundur, maka saat itu kau  telah gagal.

Jika jiwa dan semangatmu terbakar membara dalam kobaran api lahar gunung berapi untuk mewujudkan mimpimu, maka tidak akan ada yang bisa meghentikan lelehan lahar panas tersebut sampai kau tiba di Samudra yang sejuk dan menenangkan. Saat itulah mimpimu tercapai, dan merasakan betapa nikmatnya mimpi itu.  Apakah semangatmu seperti lahar gunung berapi? Atau semangatmu bagaikan angin, yang bertiup sepoi-sepoi, namun akan datang masanya diaman angina yang lembut tersebut mengganas menjadi badai topan yang tidak ada yang bisa menghentikannya sampai sang angin tersebut merasa lelah, dan mengumpulkan tenaga untuk bergerak lagi nantinya.

Atau dirimu seperti air, yang terus mengalir, mengalir dan tak terhentikan oleh bebatuan. Namun, alirannya teratur dalam liukan sungai, tanpa mencoba untuk berontak atau membuat jalan baru. Alirannya deras namun dangkal, namun berhati-hatilah saat Ia tenang. Apakah mimpimu seperti air, yang nantinya juga akan mengarah ke samudra yang luas.

Atau mimpimu seperti bumi, diam dan tak bergerak, hanya bermimpi tanpa berani untuk mewujudkannya. Walaupun pondasi yang kau miliki sangat kokoh.

Seperti apa mimpimu? Sekuat apa mimpi itu? Karena setiap orang akan bermimpi, setiap mimpi akan terucap dalam do’a dan setiap do’a akan selalu dijaga oleh Tuhan Yang Maha Besar.

6 responses to “Sekuat apa mimpimu?

  1. Pingback: When you try your best, but you don’t succeed | Maharja·

  2. Pingback: Ketika Elo Udah Mencoba yang Terbaik Tapi Tetep Gagal - Maharja·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s