The Mad Hatter (Mercury process on the human body)

Tokoh Mad Hatter adalah tokoh yang diperankan oleh aktor Johnny Deep dalam film Alice in Wonderland tahun 2010 yang diproduksi Walt Disney studio. Sebenarnya tokoh ini diciptakan oleh Lewis Carrol dalam novelnya yang berjudul “Alice’s Adventure in Wonderland” pada tahun 1865, yang kemudian difilmkan menjadi Alice in Wonderland. Lewis Carrol yang memiliki nama asli Charles Lutwidge Dodgson menciptakan karakter The Mad Hatter bukan tanpa alasan. Tokoh ini diciptakan berdasarkan peristiwa yang terjadi sekitar di Inggris sekitar tahun 1800, dimana pada saat itu banyak orang yang menderita kejang-kejang, gangguan pada koordinasi tubuh, gangguan pada system syaraf sebagai akibat dari polusi zat kimia Merkuri.

Alice-In-Wonderland-Johnny-Depp-as-The-Mad-HatterJohnny Deep as The Mad Hatter in the Alice in Wonderland

Mad_Hatter cartoon 1951The Mad Hatter cartoon in Alice in wonderland

The Mad Hatter Batman Movie 1966The Mad Hatter in Batman movie

Pada tahun 1950 sampai pada tahun 1970, polusi yang disebabkan oleh Merkuri juga terjadi di Teluk Minamata, Kumakoto Prefecture, Jepang. Polusi zat merkuri di teluk Minamata mencemari daerah rairan, yang akhirnya mahluk hidup di sekitar perairan tersebut terkena efeknya, yang disebut dengan Minamata Byo. Efek yang sama dengan nama sebutan yang berbeda terjadi di inggris, yang disebut The Mad Hatter.

Sekitar tahun 1800, warga Inggris sangat menyukai topi sebagai bagian dari fashion sehari-hari. Industri-industri yang bergerak dalam pembuatan topi pun semakin banyak jumlahnya. Namun industry-industri pembuatan topi ini menggunakan Merkuri sebagai zat untuk mengubah kulit bulu (fur) menjadi kain Felt atau flannel, yang biasa kita lihat pada topi-topi khas buatan inggris. Hal ini tentu saja membuat para pekerja, menghirup udara yang telah tercemar dengan merkuri, serta ditambah dengan system ventilasi yang buruk. Merkuri yang dihirup setiap harinya, akan menumpuk dalam tubuh manusia, proses ini dikenal dengan Biomagnifikasi.

Fur and Felt

Merkuri di dalam tubuh Manusia, gas merkuri (Hg0) yang dihirup melalui system pernafasan akan diserap oleh darah, sebagaimana proses ini juga terjadi pada oksigen (O2). Gas-gas oksigen yang dihirup akan melewati Bronchus, selanjutnya ke alveolus. Penyerapan gas oksigen oleh darah di lakukan di Alveoli ini, begitu juga dengan gas merkuri yang ikut terhisap bersama proses pernafasan. Setelah terserap oleh darah, merkuri akan teroksidasi dan berubah menjadi Hg2+. Gas yang teroksidasi ini akan terakumulasi di ginjal dan akan menyebabkan keracunan pada ginjal.

respiratory systemRespiratory system

mercury table

Merkuri yang terserap oleh tubuh tidak hanya melalui pernafasan saja, tapi juga melalui rantai makanan, seperti yang terjadi pada Minamata Byo. Merkuri yang masuk ke tubuh melalui rantai makanan dalam bentuk Methylmercury (MeHg), karena merkuri ini telah mengalami proses penyerapan pada makanan yang kita makan, seperti; ikan, cumi atau hewan dan tumbuhan lainnya. MeHg sangat mudah diserap oleh usus, berbeda dengan Hg2+ yang daya penyerapan usus terhadap zat ini rendah. MeHg yang diserap oleh usus akan didistribusikan bersama sel darah merah ke seluruh tubuh, Hati sebagai organ penyaring dari zat-zat beracun, juga akan menyaring MeHg ini dan mengubahnya menjadi cairan empedu. Namun tidak semua zat merkuri tersaring di hati, sebagian akan dikeluarkan melalui feses sekitar 90%, namun masih ada zat merkuri yang tersisa yang nantinya diserap oleh seluruh jaringan pada tubuh, karena didistribusikan oleh darah kembali. Inilah yang nantinya menyerang sel syaraf, sehingga akibat yang kan timbul beragam, dari gangguan koordinasi, gangguan fungsi kerja system syaraf, sampai meninggal.

Digestive tractDigestive tract

red blood cellsRed Blood cells

Mercury processChemical reaction in digestive tract

Merkuri yang didistribusikan oleh darah, juga akan didistribusikan pada fetus oleh ibu hamil, sehingga kandugan merkuri yang terakumulasi pada tubuh sang anak sebesar 1,5 atau 2 kali dari kandungan merkuri pada sang ibu.

Hal inilah yang terjadi pada para pengrajin Topi di Industri Inggris, para pekerja tersebut umumnya mengalami gangguan fungsi kerja pada system syaraf.  Efek merkuri ini disebut dengan “The Mad Hatter Syndrome”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s