History of Overkill and Overexploitation by Humans (1)

“Great Leap Forward”, sebuah istilah yang berarti Loncatan besar umat Manusia menuju kehidupan yang lebih maju. Istilah ini menggambarkan kemajuan dalam sejarah umat manusia, Homo sapiens, yang dimulai beberapa ratus ribu tahun yang lalu. Dalam ilmu Paleontologi, arkeologi dan sosiologi dijelaskan bahwa manusia mengalami beberapa tahap perubahan gaya hidup hingga sampai seperti yang kita lihat pada saat sekarang ini. Tahap-tahap perubahan gaya hidup Manusia yaitu; (a) Hunter-Gatherer, (b) Agriculturalist dan (c) Urban and Industrial People.

Hunter-Gatherer

Pada zaman dahulu, manusia hidup bergantung kepada alam. Mereka berburu hewan atau mengumpulkan buah-buahan dan biji-bijian yang bisa dimakan, fase ini dikenal dengan berburu dan mengumpulkan makanan (Hunter-gatherer). Berbagai bukti ditemukan terkait dengan aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan ini, seperi lukisan-lukisan prasejarah yang ditemukan pada dinding-dinding gua, salah satunya di Gua Lascaux di Perancis. Dalam lukisan tersebut, terlihat jelas bahwa, Manusia pada masa itu hidup dari berburu dan mengumpulkan makanan.

Hnter-ghaterer periode

Dari waktu ke waktu kemampuan Manusia berburu semakin maju dan berkembang, Manusia dengan akal dan pikirannya menciptakan alat untuk berburu, seperti panah dan tombak yang terbuat dari batu. Kemungkinan peralatan untuk berburu ini digunakan pada 20,000 tahun yang lalu. Pada saat itu, manusia sudah mengenal strategi berburu secara berkelempok. Jika anda pernah menonton film 1000 BC, dalam film tersebut terlihat bahwa salah satu suku hidup dari berburu Mammoth. Mereka berburu Mammoth dengan menggunakan tombak dan secara berkelompok. Walaupun tidak semua yang diceritakan dalam film tersebut benar, karena beberapa fakta yang bertentangan dengan sains, seperti mammoth yang hidup di padang pasir, mammoth yang membangun piramida, dan kemajuan teknologi pembangunan kapal besar dan hal lainnya. Tapi scene tentang berburu mammoth menggunakan tombak dan berkelompok, jika kita merujuk ke penelitian para ahli, hal itu benar adanya.

1000BC 1000bc2Film 1,000 BC

Pada tahun 1,200 Sebelum Masehi (SM), Anjing telah didomestikasi oleh manusia, hewan yang sangat efektif digunakan untuk berburu. Cerita tentang domestikasi ini, akan kita bahas pada fase Agriculturalist. Keahlian manusia dalam berburu semakin berkembang, karena dengan bantuan Anjing, manusia bisa lebih efektif untuk menemukan hewan buruan, dan hewan buruan itu sendiri tidak merasa terancam dengan kehadiran anjing yang berukuran lebih kecil.

Pada tahun yang sama, 1,200 SM, Manusia yang menurut para ahli berasal dari Benua Afrika, menyebar ke daratan lainnya. Pada tahun ini, daratan antara Asia-Afrika dengan benua Amerika masih dihubungkan dengan daratan yang disebut “Bering land Bridge” (Jembatan Bering). Dengan adanya jembatan ini, Manusia mencapai benua Amerika yang terlebih dahulu melewati alaska, hal ini menyebabkan kepunahan pada beberapa tahun berikutnya. Mammoth, species gajah lainnya, Bison raksasa, empat species Unta, dan 28 genera Mamalia besar lainnya mengalami kepunahan.

The Bering land bridgeThe Bering land Bridge

Manusia terus melanjutkan invasinya, dari Alaska, Amerika utara dan selanjutnya menuju Amerika Selatan. Pada tahun ketika manusia mencapai Amerika Selatan, diikuti dengan punahnya Sloth Tanah Besar (Giant Grond Sloth), Armadillo raksasa dan 44 genera lainnya. Manusia dengan kemampuannya untuk berburu yang sudah berkembang, mengakibatkan kepunahan pada beberapa genera mamalia besar di bumi. Teori tentang Overkill ini disebut juga dengan teori “Blitzkrieg”.

Namun tidak semua ahli sepakat tentang ulah manusia yang mengakibatkan kepunahan. Tapi, ada faktor lingkungan yang menyebabkan kepunahan ini, sebagaimana yang terjadi pada lima peristiwa kepunahan mahluk hidup dalam skala besar pada berjuta-juta tahun sebelumnya.  Pemanasan bumi atau perubahan suhu bumi, juga mengakibatkan kepunahan terhadap Mamalia besar ini, karena tubuh memereka yang memiliki rambut lebat yang beradaptasi untuk daerah dingin, tidak mampu bertahan pada daerah yang lebih panas. Sebagaimana diceritakan dalam Ice Age-The Meltdown, diamana suhu bumi memanas dan lapisan es mulai mencair.

ice_age_two_the_meltdownFilm Ice Age – The Meltdown

Aksi dari overkill oleh manusia tidak sampai di sini saja, hal ini juga terjadi di Australia. Pada saat Manusia sampai di daerah ini, Wombat besar, Kangguru setinggi 2,5 meter dan burung raksasa (Dromornis), serta 16 genera lainnya mengalami kepunahan. Pada fase Hunter-gatherer ini, manusia masih melakukan perburuan karena hewan buruan masih berjumlah banyak. Namun, dibalik itu kepunahan-kepunahan terjadi tanpa disadari. Karena cerita ini terus berlanjut ketika 1,000 SM manusia sampai di New Zealand yang menyebabkan kepunahan Lemur raksasa, Elephants bird dan Moa.

Pada tahun 1638 M, manusia sampai ke pulau Mauritius, namun pada tahun 1681, burung Dodo terakhir dibunuh. Burung dodo yang merupakan burung endemic dari Pulau Mauritius ini, memiliki tinggi sekitar satu meter dan dengan berat 10 sampai 18 kilogram.

The Dodo birdThe Dodo Bird

Manusia yang selalu tidak pernah puas, melanjutkan aksi perburuannya. pada tahun 1742, Sapi laut (Steller’s sea Cow) dengan panjang  sekitar tujuh meter ditemukan. Namun, penemuan ini menarik minat untuk berburu, sehingga pada tahun 1769 hewan ini mengalami kepunahan. Manusia yang hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan, telah menyebabkan kepunahan pada hewan-hewan di Bumi, terutama Mamalia besar. Kepunahan pada era pleistocene ini, dimasukkan ke dalam enam kepunahan terbesar yang terjadi selama sejarah bumi.

Sebenarnya, tedapat faktor lain yang menyebabkan kepunahan ini, Overkill, perubahan suhu dan satu lagi adalah biologi dari hewan itu sendiri. Dimana pada umumya, hewan ini memiliki tingkat reproduksi yang rendah, selama beberapa tahun hanya menghasilkan sedikit keturunan. Walau hewan ini bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang panjang, namun dengan tingkat reproduksi yang rendah dan diperparah lagi oleh overkill yang dilakukan oleh manusia.

Kepunahan-kepunahan mamalia besar, sehingga hewan buruan pun menjadi berkurang. Manusia mulai kekurangan makanan. Maka pada fase inilah transisi dari Hunter-gatherer menjadi Agriculturalist. Manusia yang hidup dengan mengumpulkan makanan, walau tidak ada data yang detail menjelaskan apa saja tumbuhan yang dimakan atau digunakan pada waktu itu, tapi hal ini merupakan suatu hal yang penting untuk masuk ke dalam fase selanjutnya. Seperti halnya akhir dari film 1,000 BC, dimana Suku Shaman yang kehidupannya bergantng kepada berburu mammoth, akhirnya mulai mengembangkan ilmu baru yaitu, bercocok tanam (Fase Agriculturalist).

to be continued…

3 responses to “History of Overkill and Overexploitation by Humans (1)

  1. Pingback: History of Overkill and Overexploitation by Humans (2) | Adventure in Rijal's Brain·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s