Aku ingin jadi Super Hero

Aku sangat ingin menjadi seorang jagoan, aku ingin seperti mereka, mereka mampu membasmi semua kejahatan dan menegakkan keadilan. Semua orang suka mereka.

Ketika aku coba menjadi wolverine, aku takut, apabila kepalaku gatal, aku takut sekali, kuku-kuku ku bisa melukai kepala ku.

Ketika aku jadi superman, aku malu, karena semua orang bisa melihat celana dalam ku.

Saat aku jadi spiderman, aku was-wast, karena tiba-tiba saja, alat pemukul lalat eletrik menyetrumku, karena dikira mengganggu di rumah.

Ketika jadi Power rangers, aku tidak punya teman untuk membentuk suatu tim, kan aneh kalau power rangers cuma sendiri.

Aku ingin sekali menjadi Ranger Pink, tapi sayang, aku ini laki-laki. Aku tidak bisa membayangkan, saat berpose waktu berubah, semuanya menyadari kalau ranger pink ada kumisnya.

Ketika aku jadi Cyclops yang tergabung dalam tim X-man, aku lansung ditawari kerja di rumah sakit, karena sinar x mataku dijadikan sinar rontgen oleh para dokter.

Ketika aku jadi wonder woman, semua bilang wonder banci, bukan woder women, sangat aneh sekali. Padahal aku pakai kostumnya wonder woman lho.

Ketika aku jadi Batman, selalu tertangkap oleh satpol PP, karena selalu berkeliaran di malam hari.

Ketika aku jadi si buta dari gua hantu, aku tidak bisa melihat apa-apa, padahal aku pengen bisa melihat, untung ada kliwon.

Ketika aku jadi Plasticman dalam Fantastic Four, aku dijadikan oleh ibuk-ibuk di pasar pagi, untuk mengikat belanjaannya.

Ketika aku coba menjadi hulk, aku tidak suka warna ijo, aku sukanya warna merah, coba bayangkan hulk warna merah, apakah masih dipanggil hulk, atau hulk gosong.

Karena aku suka warna merah, aku jadi Hellboy saja. tapi karena tangan hellboy besar sebelah, jalanku malah menjadi lucu, oleng kiri, oleng kanan.

Saat aku menjadi Iron man, aku ditawar oleh kolektor barang bekas, masa’ iron man dijual kiloan.

Aku coba lagi menjadi Kamen Rider, tapi ikat pinggangku dipinjam oleh adekku untuk pergi sekolah, aneh kan kamen rider berubah gak pakai ikat pinggang, melorot dong celananya.

Aku coba lagi menjadi Ultraman, tapi rumah ku terlalu kecil untuk tubuh sebesar Ultraman, kalau aku tidak muat di rumah, aku tidak mau tidur di luar.

Aku coba lagi menjadi Detective Conan, tapi waktu menyelesaikan teka-teki silang saja, aku sudah panic setengah mati, bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan kasus-kasus besar.

Ketika aku melihat Robocop, aku juga pengen menjadi seperti Robocop, tapi aku tidak suka cara berjalannya, terlalu lambat kurasa, kalau waktu aku main kejar-kejaran bersama teman-temanku, tentu saja aku yang selalu kalah.

Aku juga pengen punya otot kawat tulang besi, seperti yang dimiliki oleh Gatot kaca. Bisa nggak ya aku seperti itu?.

Aku juga ingin menjadi pahlawan besar seperti Gajah Mada, yang bisa menyatukan Nusantara ini, tapi akau tidak mau mengucapkan sumpah palapa, aku kan juga pengen menikmati dunia.

Aku ingin punya kendaraan robot seperti Gundam. Tapi aku tidak mau bertempur dengan mereka, nanti robotku lecet, mahal lho harganya.

Aku beli berbagai macam minyak rambut, agar penampilanku bisa seperti Songoku dalam Dragon ball, dan juga bisa menjadi manusia super saiya. Tapi tidak ada minyak rambut yang cocok, karena rambutku susah sekali diatur.

Aku ingin membeli buah yang bisa memberi kekuatan seperti dalam cerita One Piece, aku sudah Tanya ke semua toko buah, namun tidak ada yang menjualnya, kemana aku harus pergi membelinya?

Sepertinya keren menjadi seorang shinigami seperti Ichigo dalam Bleach, tapi aku takut hantu.

Aku ingin punya teman seperti Doraemon, tapi aku tidak mau menjadi seperti Nobita, kalau begitu aku jadi doraemonnya saja.  Aku tidak punya kantong ajaib, jadi, aku ambil kantong celanaku lalu aku tempel di perutku, baling-baling bamboo.

Aku belajar ilmu Ninja, aku ingin menjadi seperti Naruto dengan kyuubinya bisa menjadi Hokage di desa Konoha. Tapi aku tidak bisa berkelahi, makanya aku sering dijahili, aku juga takut melihat darah, kalau lihat darah aku lansung pingsan.

Kemaren aku jalan-jalan ke showroom mobil, aku mau beli mobil yang bisa berubah seperti transformer. Sudah aku coba semua mobil, tapi hanya bisa maju dan mundur, aku Tanya lagi ke mbak-mbak di showroom mobil itu, kalau-kalau ada mobil lain, yang mirip transformer pun tak apa-apa. Eh, Mbak-mbaknya malah marah, nah lho.

Aku baru saja dari tukang pisau, aku pun ikut Rouroni Kenshin dalam samurai X membalikkan mata pedangnya (Zakabato), tapi ketika aku coba memotong sayur untuk memasak, tapi malah jariku yang terpotong, aku lansung dibawa ke rumah sakit.

Setiap  pagi, aku latihan dengan penuh semangat, aku lari marathon supaya kau bisa menjadi seperti Gundala. Tapi setelah habis lari beberapa meter, aku sudah ngos-ngosan, masa’ Gundala ngos-ngosan, kapan membasmi kejahatannya?

Aku beli tempurung kura-kura, lalu aku coba pasang di punggungku, biar seperti kura-kura ninja, tapi ternyata tempurung kura-kura itu sangat berat, aku sampai terduduk dan susah untuk bangun, aku pun mengerti kenapa kura-kura jalannya lambat.

Ketika aku melihat Iceman yang bisa membekukan air dan membuat es, aku pun masuk ke dalam lemari es, biar aku punya tenaga es juga. Karena kelamaan di lemari es, aku jadi Hypothermia, ujung-ujungnya aku di opname.

Aku juga ingin punya kru bajak laut seperti bajak lautnya Luffy si Topi jerami dalam One piece. Aku coba bernegosiasi dengan para nelayan  di tepi pantai, tidak ada yang mau menjadi kru ku, mereka hanya mau ke laut untuk mencari ikan, bukan untuk menjadi raja bajak laut.

Sekarang, aku pakai kostum hitam-hitam lho, plus dengan kacamata hitam. Aku sudah menjadi men in black, tapi setelah aku memakai kostum ini, aku rada-rada cemas, aku cemas sepertinya alien mengawasiku dan mau menculikku. Aku jadi takut, lansung kubuka kostumku, aku tidak mau jadi men in black lagi.

Aku berdiri seharian di tengah sawah, aku ingin disambar petir biar aku punya kekuatan seperti Thor. Bukan memiliki kekuatan, tapi aku malah gosong, dan tidak sadarkan diri selama beberapa hari.

Aku sangat suka lihat  film silat, makanya aku ingin seperti wiro sableng. Boro-boro bisa silat seperti Wiro sableng, tapi malah dibawa ke rumah rehabilitasi sakit jiwa. Aku pun berontak, aku perlihatkan kepada petugas tato 212 ku, biar mereka percaya bahwa aku wiro sableng. Tapi mereka tetap bersikukuh membawaku. Aku tidak terima, aku dibawa dengan paksa, aku minta bantuan kepada guruku, Sinto Gendeng, “Guru…Guru…Guru…bantu aku guru” tapi tidak ada respon, mungkin guruku tahu, kalau dia muncul, dia juga akan ikut dibawa ke tempat rehabilitasi sakit jiwa. Nah lho.

Sepertinya aku tidak berbakat menjadi pahlawan dalam membasmi kejahatan, kalau begitu aku jadi pahlawan dalam dunia olahraga saja. aku mulai latihan basket, biar bisa slam dunk seperti Hanamichi Sakuragi, namun sayang tinggi badanku tidak cukup, tinggi ku hanya Semekot, semeter kotor. Ujung-ujungnya aku hanya kebagian peran menjadi pom-pom girl, “semangat….semangat…semangat” bukannya nambah semangat, namun semuanya pada lari.

Ketika aku tidak ingin menjadi siapa-siapa, aku malah ragu siapa aku? Mungkin kamu juga tidak tahu, siapa aku?

Kalau begitu, ya sudahlah. Aku menjadi diriku saja. aku menjadi diriku yang memakai kostum super hero.

Karena aku ingin sekali menjadi super hero.

One response to “Aku ingin jadi Super Hero

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s