Nasionalisme dan Olahraga

Hari ini tanggal 1 Desember 2012, hari yang ditunggu-tunggu dan hari yang menegangkan bagi rakyat Indonesia, dimana Tim nasional akan bertanding melawan tim negeri seberang. Sepakbola yang dianggap sebagai olahraga yang bisa dimainkan dan dinikmati oleh setiap lapisan masyarakat. Setiap orang di belahan bumi manapun bisa menikmati olahraga yang satu ini, tidak terkecuali di Indonesia. hari ini membuktikan pernyataan tersebut, seluruh rakyat Indonesia mempersiapkan diri untuk memberikan dukungan bagi tim “Garuda”.

Ayo seluruh rakyat Indonesia, kita berikan dukungan kita pada timnas Indonesia. Dukungan yang bisa menggetarkan setiap hati pemain lawan, sorakan yang membuat nyali mereka menciut. Mari sama-sama kita dukung tim Indonesia, bukan PSSI dan bukan KPSI.

Nasionalisme kita terpanggil dalam ajang-ajang olahraga seperti ini. Nasionalisme yang memberi semangat, bukan nasionalisme yang mengeluarkan kata-kata kotor. Ketika kita berteriak “Hidup Indonesia…aku mendukungmu”, bukan berarti kita menginginkan Negara lain untuk mati, tapi ini adalah persaingan dalam suatu kompetisi. Kita menyemangati tim kita, mereka menyemangati tim mereka. Tidak ada yang salah dalam hal ini.

Nasionalisme yang salah adalah fanatik, rasa suka yang berlebihan. Inilah yang akan merusak suatu harga diri bangsa. Ketika para pendukung sudah fanatik, yang terjadi adalah mereka tidak lagi berpikir jernih dan menghargai pesaingnya. Tidak ada lagi istilah Fairplay, sportif dan persaudaraan.

Olahraga adalah ajang untuk berkompetisi, kita harus maksimal tentang itu, tapi kita juga mempertahankan harga diri bangsa dengan selalu berusaha bersifat positif dan menanggapi lawan dengan positif pula.

Saya berharap untuk laga kali ini, Timnas Indonesia menang, walaupun dengan skor yang imbang akan mengantarkan Indonesia ke putaran semifinal. Tapi, saya ingin membuktikan bahwa Indonesia itu mampu, kita adalah bangsa yang hebat, bangsa adidaya, jangan pernah takut terhadap pesaing-pesaing kita, mari kita kalahkan  mereka dengan terhormat. Dan sekarang pun saya sudah tidak sabar melihat mereka untuk bertekuk lutut dengan terhormat.

Selalu positif dalam memberikan dukungan dan selalu positif dalam menanggapi lawan. Hidup Indonesia, satu teriakan ini akan meluncurkan teriakan-teriakan lainnya sampai terasa getarannya dalam gema.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s