Koloni Semut sebagai Superorganisme

The ants colony as an organism”

Ungkapan tersebut ditulis oleh seorang myrmecologist dari Amerika, William Morton wheeler pada tahun 1011. Ia mengatakan bahwa  “sebuah koloni semut merupakan satu organisme”. Ia menyatakan bahwa koloni semut nyata sebagai satu organisme, tidak hanya sebuah analogi. Hal ini dikarenakan koloni semut sebagai satu unit yang bekerja secara bersamaan dan saling mendukung antara satu dengan yang lainnya, seperti kerja organ-organ yang mendukung kehidupan organisme. Kasta ratu merupakan organ reproduksi, kasta pekerja merupakan hati, jantung, paru-paru, otak, jaringan, sel dan lainnya, sedangkan pertukaran zat dan gas yang terjadi antara semut merupakan system sirkulasi dan respirasi pada organisme.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pada tahun 1960, mucullah istilah “Superorganism”. Istilah ini lebih tepat digunakan untuk menganalogikan koloni semut sebagai suatu organisme. Sejak saat itulah dipakai istilah superorganisme untuk koloni semut dengan pengertian dan analogi yang sama.

Koloni semut merupakan suatu unit yang besar dan kompleks, jika diamati dengan lebih detail akan membuat kita terkagum-kagum dengan kekompleksitasannya. Salah satu koloni yang bisa kita jadikan contoh pada tulisan ini adalah, The Leafcutter Ants , jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia semut pemotong daun atau semut petani. Semut yang sesuai dengan namanya pemotong daun yang digunakan sebagai sarana pertanian ini berasal dari genus  Atta dan Acromyrmex. Genera ini hanya tersebar di New World (khusunya wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan, serta pulau2 yang berada di samudra Atlantik dan pacific yang letaknya berdekatan dengan benua Amerika itu sendiri).

Semut Leafcutter atau semut petani yang sesuai dengan namanya memproduksi makanan untuk koloni mereka sendiri dengan cara memproduksi jamur. Jamur-jamur tersebut tumbuh dari media dedauanan yang telah diproses sedemikian rupa. Mereka mempunyai lahan pertanian unt mencukupi kebutuhan koloninya.

Sarang dari genus Atta terdiri dari 1.920 ruang dan 238 diantaranya dipakai sebagai lahan pertanian jamur. Para peneliti mengkur luas dari sarang semut dengan jenis Atta laevigata, yaitu seluas 26.1 -67.2 m2 (Holldobler dan Wilson, 2011). Dengan luas sarang yang begitu besar dan jumlah anggota koloni yang banyak, dapat kita bayangkan bagaimana kompleksnya suatu koloni semut. Anggota koloni juga memiliki pekerjaan yang berbeda, hal ini dibedakan sesuai dengan ukuran tubuh. Semut genus Atta khusunya bersifat polymorphisme (atau memiliki variasi bentuk pada setiap anggotanya). Semut yang berukuran besar akan bekerja sebagai pemotong dan pengangkut daun, dalam perjalanan membawa daun dari lokasi pemotongan menuju sarang, semut yang berukuran besar ini akan ditemani oleh semut yang berukuran sedang. Tujuan dari hal  ini adalah apabila semut besar diincar oleh predator, tentu saja daun yang sangat berharga bagi mereka juga akan rusak dan tidak bisa dibawa ke sarang, disinilah tugas semut yang berukuran sedang tersebut, semut ini akan dengan sukarela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan semut beruuran besar dan daun yang dibawanya. Semut berukuran sedang tersebut berada pada ujung daun yang dibawa oleh semut besar, jadi semut sedang inilah yang akan menjadi target utama dari pemangsa. Semut yang berukuran lebih kecil lebih banyak bertugas di dalam sarang, untuk memelihara jamur. Dan juga sebagai distributor makanan.

Jadi, berdasarkan contoh ini kita bisa mengetahui betapa kompleksnya suatu koloni semut. Koloni semut dianalogikan sebagai Superorganisme sangat tepat sekali. Suatu unit kompleks yang mendukung kehidupan satu dengan yang lainnya secara bersama-sama dan terorganisir dengan baik.

Reference :

Holldobler, B. dan Wilson, E. O. 2011. The Leafcutter Ants. W.W. Norton and company, Inc. New york.

One response to “Koloni Semut sebagai Superorganisme

  1. Pingback: Makhluk Mungil yang Brilian “Superorganism of Ants” | Ibrahim Nuh·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s