Kuliah, Kesempatan, Keluar negeri

Saya punya mimpi, anda punya mimpi dan tentu semuanya punya mimpi. Mimpi itu tergantung kepada para pemimpinya. Mimpi itu berbanding lurus dengan usaha untuk meraihnya. Kita semua mempunyai waktu yang sama untuk bermimpi, untuk merencanakan mimpi dan untuk mewujudkan mimpi. Saya ingin menulis disini bahwa kita semua punya kesempatan yang sama untuk menjadi apa yang kita impikan. Saat menulis ini saya masih berusaha untuk mencapai mimpi saya.

Pendidikan yang tinggi merupakan mimpi semua orang. Apalagi sampai kuliah di tempat-tempat yang memiliki fasilitas lengkap dan  system pembelajaran yang maju. Indonesia tentu saja memiliki hal ini, tapi disini saya tidak ingin membandingkan system pendidikan di Indonesia atau Negara lainnya. Saya hanya ingin menulis tentang kesempatan untuk kuliah di luar negeri.

Kuliah di luar negeri, kita akan membayangkan Negara-negara maju, bahasa asing, budaya yang sangat berbeda dengan kita, musim yang berbeda dan tentu saja makanan yang berbeda. Sebelum kita membayangkan lebih jauh, mari kita bicarakan bagaimana persiapan untuk kuliah ke luar negeri. Apa saja yang harus dipersiapkan. Mari kita mulai saja dengan beberapa poin yang menurut saya sangat penting dalam hal ini.

Pertama; Bahasa Inggris.

Hal ini dikarenakan bahasa inggris dijadikan sebagai bahasa global. Walaupun saya berharap Bahasa Indonesia yang sebaiknya dijadikan bahasa global. Apabila berbicara tentang bahasa inggris tentu saja tidak akan terlepas dari grammar, TOEFL, TOEIC, IELTS dan lainnya. Ini adalah tantangan pertama yang harus dilewati. Pada saat ini , umumnya semua pihak yang memberikan beasiswa untuk kuliah ke luar negeri akan meminta persyaratan ini dengan standar tertentu. Berdasarkan pengalaman saya, sebaiknya untuk tes TOEFL,TOEIC ataupun IELTS harus dipersiapkan dan dimulai dari jauh-jauh hari. Karena kita tidak akan tahu kapan pengumuman tentang beasiswa itu keluar, kadang kita mengetahui pengumuman ini seminggu atau beberapa hari sebelum deadline.

Kedua; Hubungan atau koneksi.

Sebelum anda pergi ke suatu tempat sebaiknya menentukan tempat yang akan dituju. Setelah anda menentukan tempatnya, selanjutnya anda akan menentukan siapa yang bisa anda hubungi di sana, di tempat yang baru atau lingkungan yang baru. Sama halnya dengan kuliah ke luar negeri, anda harus menentukan ke universitas apa yang diinginkan, dalam memilih universitas sebaiknya dicocokkan dengan bidang ilmu yang kita miliki. Atau sebaliknya, kita memilih Professor atau Doktor sebagai  penannggung jawab atau pembimbing kita terlebih dahulu. Hal ini sangat mudah, bagi setiap mahasiswa tentu saja mengenal jurnal atau paper yang biasanya anda cari dan download untuk melengkapi data skripsi atahu thesis. Nah, berdasarkan jurnal tersebut tentu saja kita sudah mengetahui bidang dan universitas sang calon pembimbing kita. Silahkan cari pembimbing yang sangat ahli di bidangnya. Pada jurnal tersbut biasanya juga dicantumkan alamat email dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Tantangan kedua yang harus dilewati adalah berkenalan dengan sang calon pembimbing via e-mail. Kita harus memperkenalkan diri kita dan menjelaskan bahwa kita sangat ingin melanjutkan kuliah dan penelitian pada bidangnya sang calon pembimbing. Disini juga dibutuhkan bahasa inggris yang baik dan sopan untuk berkomunikasi. Berdasarkan pengalaman saya, hal ini tidak sesulit yang anda bayangkan, umumnya seorang Profesor atau Doktor yang ahli pada suatu bidang akan sangat senang, apabila seseorang tertarik pada bidangnya, apalagi ingin menjadi bimbingannya. Saran saya dalam hal ini adalah jangan takut untuk menulis e-mail dan mengirimkannya, karena saya juga merasakan hal yang sama dahulunya. Dan dalam kasus tertentu, sang calon pembimbing tidak membalas atau tidak bisa menerima anda, jangan pernah menyerah dan patah semangat karena masih banyak calon-calon pembimbing yang antri untuk menyalurkan ilmu mereka kepada anda.

Setelah anda berkenalan dengan sang calon pembimbing dan sudah menjalin komunikasi yang bagus. Persyaratan dalam aplikasi beasiswa adalah melampirkan LOA (letter of acceptance) dari pembimbing atau universitas yang akan anda tuju. Ketika komunikasi anda lancer, tentu saja anda tidak akan canggung dalam meminta LOA ini pada pembimbing anda. Sebaiknya LOA yang dikirimkan oleh Profesor atau Doktor tersebut  melalui dua cara; via pos udara (Asli) dan via e-mail (hasil scan). Kalau hanya mengandalkan via pos udara akan memakan waktu yang lama sementara ana sedang dikejar deadline. Kalau hanya via e-mail saja, pihak pemeberi beasiswa nantinya akan meminta yang aslinya. Kalau menggunakan keduanya, anda meiliki cadangan apabila anda dikejar oleh deadline, dan nantinya apabila pihak beasiswa meminta yan aslinya anda bisa menjanjikan waktu tertentu untuk memberikannya.

Ketiga; Beasiswa.

Beasiswa merupakan bagian yang sangat vital. Karena kuliah di luar negeri itu sangat mahal jika yang kita gunakan untuk mengukurnya adalah nilai rupiah. Untuk beasiswa, kita bisa mencarinya via internet. Kita bisa menggunakan situs-situs pencarian seperti yahoo, google dan sebagainya. Untuk pencarian sebaiknya menggunakan kata kunci berbahasa inggris. Seorang teman pernah merekomendasikan untuk menggunakan kata kunci “scholarship for developing country”, ketika saya telusuri banyak sekali beasiswa yang ditawarkan dan juga dengan berbagai Negara tujuan. Kalau untuk pengalaman saya, saya melihat dan memantau semua pengumuman tentang beasiswa keluar negeri, dan pada saat itu saya memasukkan aplikasi beasiswa ke DIKTI, pemerintah Indonesia. Anda juga bisa mencoba hal yang sama, karena DIKTI memiliki program Beasiswa Unggulan. Beasiswa lainnya yang bisa dicoba adalah dari pemerintah Negara tujuan kita, biasanya mereka memiliki program beasiswa. Seperti halnya Jepang dengan program  beasiswa Monbukagakusho-nya.  Masih banyak lagi peluang-peluang beasiswa untuk kuliah ke luar negeri.

Dalam hal ini, anda jangan merasa takut atau malu. Ayo coba, ayo usaha dan setelah itu berdo’a. kita memiliki kesempatan yang sama. Kita memiliki waktu yang sama. Menurut saya banyak hal yang bisa kita dituliskan disini, tapi saya rangkum menjadi tiga hal tersebut.

Mimpi? Akan tetap menjadi mimpi, selama kita masih belum memulai untuk mewujudkannya.

Mimpi! akan membuat anda tersenyum untuk memikirkannya, apalagi setelah anda mendapatkannya.

2 responses to “Kuliah, Kesempatan, Keluar negeri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s