Seri : Tarisa si gadis petualang yang baik hati

“Tarisa jadi Astronot”

Pada malam hari banyak bintang di langit, berkelap-kelip di langit yang indah, sungguh cantik sekali. Pada malam hari juga ada bulan purnama. Subhanallah! Sungguh cantik sekali pemandangan langit pada malam hari.

Image

Saat itu Tarisa duduk dengan santainya sambil melihat langit pada malam hari. Tarisa ingin bercita-cita menjadi seorang astronot yang terkenal. Kalau jadi Astronot nanti Tarisa bisa terbang tinggi ke langit, terus melewati atmosfer-atmosfer bumi, dan sampai di luar angkasa. Wah! Sungguh indah tentunya pemandangan di luar angkasa.

Tarisa masih melihat langit penuh bintang dan bulan purnama, sambil tidur-tiduran.

Tarisa terkejut mendengar suara tepuk tangan yang membahana, semua orang bertepuk tangan untuknya.

“hore!…plok…plok…plok!” semua orang bertepuk tangan menyambut Tarisa. Dengan cantiknya Tarisa sudah memakai baju astronot lengkap dengan pelindung kepalanya, dengan hati-hati Tarisa melangkah di tengah-tengah orang yang menyambutnya. Mereka semua melambai-lambaikan tangan, bunga, sapu tangan, semuanya bersorak untuk Tarisa.

“hidup Tarisa!…Hati-hati ya!” teriak semua orang.

Rupanya Tarisa sang astronot yang cantik akan melakukan perjalanan ke luar angkasa dengan menggunakan roket yang super canggih.

Sebelum Tarisa masuk ke dalam roket, Umi yang baik menasehati Tarisa.

“hati-hati ya nak!…jangan nakal ya!” nasehat Umi.

“ya Umi!” awab Tarisa.

“ini Umi siapin bekal makan siangnya! Makan yang banyak ya nak!” kata Umi pada Tarisa.

“ya Umi!” jawab Tarisa sambil bersalaman dan mencium tangan Umi dan Abi.

Tarisa masuk ke dalam roket, beberapa menit kemudian roket pun bersiap-siap untuk berangkat ke luar angkasa.

“5………4…………3…………2…….……1………..” roket yang dikendarai oleh Tarisa mulai meluncur.  Menuju langit yang tinggi, menembus awan dan terus terbang tinggi sampai bumi kelihatan hanya sebesar bola kaki.

Sekarang Tarisa sudah sampai di luar angkasa. Sungguh indahnya Tarisa meliahat bintang-bintang yang berkelap-kelip dari jarak yang begitu dekat. Ingin Tarisa menyentuh salah satu bintang dan mengambilnya untuk dibawa pulang, nantinya mau Tarisa kasih sama Uni.

Tapi Tarisa tidak bisa keluar dari roketnya karena di luar angkasa tidak ada udara untuk bernafas. Jika Tarisa keluar, Tarisa tidak bisa bernafas. Jadi, Tarisa hanya mengambil foto bintang-bintang, nanti biar diperlihatkan sama Umi.

Ketika lagi asyik mengambil foto bintang-bintang, Tarisa terkejut! Karena semua bintang-bintang yang ada di dekatnya bergerak, bintang-bintang itu berlari-lari, melompat-lompat dan mereka juga memiliki mulut dan mata. Bintang-bintang itu menyapa Tarisa sang astronot yang cantik.

Image

“hai Tarisa!…saya bintang Orion! Salam kenal!” sahut si bintang.

“hai bintang Orion salam kenal juga” balas Tarisa.

“ayo ikut aku, aku mau ke tempatnya pak Bulan” ajak si bintang Orion pada Tarisa.

“ayo…!” jawab Tarisa  dengan semangat.

Tarisa dan bintang Orion terbang diantara bintang-bintang yang lain yang bersinar indah menuju tempat pak Bulan. Ketika sudah dekat Tarisa melihat pak Bulan tidak bersinar seterang bintang. Tarisa merasa heran, sangat berbeda sekali ketika dia melihat bulan dari rumahnya di bumi.

“hai pak Bulan! Aku Tarisa” kata Tarisa memperkenalkan diri.

“hai juga Tarisa” jawab pak bulan.

 Image

“pak Bulan! Kenapa kamu tidak bersinar seperti bintang?” tanya Tarisa penasaran.

“ho…ho…ho…ho…”pak bulan tertawa. Tawanya sungguh lucu.

“kamu tidak tahu ya, Tarisa yang manis!, aku memang tidak bersinar seperti bintang, tapi aku kelihatan cantik karena memantulkan sinar dari kakek Matahari…ho..ho…ho…ho” pak bulan menjelaskan.

“o, begitu! Sekarang Tarisa sudah mengerti pak bulan” jawab Tarisa.

“Tarisa mau melihat kakek Matahari ya pak bulan…dah…!”ucap Tarisa pamit.

“ok hati-hati ya!”  jawab pak bulan.

“terima kasih pak Bulan” kata Tarisa.

Tarisa melanjutkan perjalanan bersama bintang Orion menuju tempat kakek Mathari. Kakek Matahari selalu besinar terang . kakek Matahari juga menyinari bumi, rumah Tarisa. Juga menerangi planet-planet lainnya dan alam semesta.

“hai kakek Matahari! Aku Tarisa dari planet bumi” Tarisa memperkenalkan diri.

“hai cucu kakek dari planet bumi!” jawab kakek matahari.

“kakek hebat ya! Selalu menerangi alam semesta dan planet bumi rumah Tarisa, tanpa mengharap imbalan” kata Tarisa.

“ha..ha…ha…ha” kakek matahari tertawa.

Berarti kakek Matahari sama dong sama Uminya Tarisa. Selalul menyayangi Tarisa tanpa pernah lelah dan tanpa mengharap imbalan. Tarisa menyanyi buat kakek matahari dan uminya.

“kasih Ibu kepada beta…

…Tak terhingga sepanjang masa…

Hanya memberi tak lekas kembali…

…bagai sang surya menyinari dunia…”

“plok…plok…plok…plok…”kakek Matahari dan bintang Orion bertepuk tangan setelah mendengar Tarisa bernyanyi.

“terima kasih Tarisa, suara cucu kakek bagus sekali” puji kakek Matahari.

“sama-sama kek!”

Oya kek, Tarisa pulang dulu ya, Uminya Tarisa menunggu di rumah” Tarisa pamit sama kakek Matahari dan bintang orion.

“dah…kakek Matahari…dah bintang Orion…”sahut Tarisa.

“dah…Tarisa sang astronot, hati-hati ya pulangnya” balas kakek Matahari dan bintang Orion.

Tidak lama kemudian, Umi memanggil-manggil.

‘’nak…nak..Tarisa! kenapa tidur disini?’’ kata Umi membangunkan Tarisa.

“hah ketiduran” kata Tarisa sambil bangun.

Rupanya Tarisa bermimpi jadi astronot. Dalam hati Tarisa sangat senang sekali sudah mendapatkan banyak pelajaran dari mimpinya. Sambil tersenyum Tarisa melihat ke langit, dan salah satu bintang berkedip pada Tarisa. Semoga semua mimpi dan cita-cita Tarisa tercapai. amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s