Mencuri Senyum

Aku adalah udara yang terbang bebas di sekitarmu dan mereka, memenuhi setiap ruang yang ada dengan kekosongan yang aku miliki. Ketika aku bertiup aku akan menjadi angin, jika aku ingin! aku akan menjadi angin yang lembut yang menyejukkan setiap mahluk hidup yang kulewati, kadang aku menjadi dahsyat! sedahsyat-dahsyatnya. Bagaikan topan dan puting beliung yang memporak-porandakan apapun yang kuinginkan.

Aku adalah udara, dimana setiap senyuman mereka tergantung kepada apa yang akan kulakukan. Aku tidak sombong. Aku jujur dengan apa yang kukatakan. Aku adalah udara dimana aku memiliki oksigen untuk mereka yang kucintai, mereka yang kusukai, dan mereka semua. Aku bukan pemilih, walau kadang aku memberikan racun pada suatu tempat dan obat pada tempat lainnya. Aku bukan pemilih, aku jujur tentang itu.

Ketika aku berada di suatu kota, aku melihat semua orang tersenyum. Senyum yang indah, tapi sayang aku tidak memiliki senyum yang sama seperti yang mereka miliki. Aku hanya hampa, kekosongan yang berisi. Setiap wajah yang tersenyum, bagaikan malaikat yang indah. Ketika kulihat senyuman itu bagaikan suatu getaran panas yang mengalir hangat di seluruh tubuhku, aku bisa merasakan senyuman itu, walaupun aku tidak memiliki senyuman itu, tapi aku bisa merasakannya.

Aku ingin senyuman itu, aku ingin semua senyuman di dunia ini, apakah bisa? Bagaimana caranya. Bagaimana cara agar mereka memberikan senyuman mereka padaku. Kukeraskan suaraku, namun yang terdengar adalah gemuruh yang sangat kuat. Kupelankan suaraku dan bertanya ”maukah kalian memberikan senyuman yang kalian miliki padaku?” yang terdengar bagi mereka hanya suara angin yang kosong. Kucoba lagi, kucoba berulang-ulang kali! Mereka tidak mau mendengarku, mereka hanya asyik dengan kerja mereka! Aku muak! Aku berteriak dengan sangat lantang. ”kalian terlalu sombong, aku hanya minta senyuman, tapi kalian pura-pura tidak mendengarku, seolah-olah senyuman kalian terlalu mahal untuk kumiliki dan kunikmati, aku yang mengantarkan kalian oksigen, aku yang memberikan kalian kesejukan, aku adalah udara yang selalu ada di sekitar kalian, tapi kalian terlalu sombong  untuk mengakui keberadaanku, aku hanya minta kalian tersenyum dan memberikannya padaku”

Tapi semua orang terkejut, terjatuh, tertabrak, terinjak, semuanya takut. Mereka semua mendengarkan sesuatu yang sangat mengerikan bagaikan suara angin topan yang akan menelan mereka satu-persatu. Tidak ada lagi senyum. Tidak ada lagi ceria. Tidak ada lagi suatu aliran hangat yang kurasakan. Ada apa ini? Siapa yang telah mencuri senyum mereka? Siapa yang telah berani mencuri senyum mereka di hadapanku? Aku tak terkalahkan? Siapa yang berani menantang aku?

Aku marah pada dia yang telah mencuri senyum-senyum itu! Aku berteriak sekuat tenaga memanggil dia yang bersembunyi yang telah berani mencuri apa yang kusukai. Tapi mengapa semua orang lari? Apakah mereka tidak tahu, bahwa akulah pahlawannya! Apakah mereka tidak tahu bahwa aku adalah ksatria berpedang yang akan membela mereka! Terserah mereka mau mengganggap aku Ksatria atau Pahlawan atau Pahlawan Bertopeng! Tapi kenapa mereka takut, ada apa sebenarnya ini? Aku heran!.

Aku tak dianggap! Kalian butuh aku tahu! Kalian tidak bisa terpisah dariku! Aku adalah udara yang ada di sekitarmu. Apa yang kalian pikirkan? Apa yang kalian lakukan padaku, padahal aku telah menemani kalian dari kecil sampai kalian tidak butuh aku lagi!

Baiklah! Baiklah! Kurasa kalian tidak akan mengerti apa yang aku iginkan, kurasa kalian tidak memahami aku! Aku pasrah, aku diam, aku tertunduk. Aku yang hebat menjadi tidak berguna, aku yang sombong menjadi hina,  aku yang menyukai kehangatan senyuman itu, tapi sekarang sudah hilang. Baiklah! Aku akan diam, aku akan diam, aku akan menunggu, aku akan menunggu kalian untuk tersenyum lagi. walau itu tak akan mungkin lagi, karena semua sudah terlambat. orang yang telah mencuri senyum kalian juga telah mencuri harta berharga lainnya yang kalian miliki, HIDUP!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s